Achmad Lafillian Rohmadi, petani melon milenial dari Desa Kedungrejo Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang Jawa Timur saat menerima kunjungan Ibu Kapolres (kiri/berhijab) dan Ibu Wakapolres Jombang, beberapa waktu lalu.(Foto: Lafi)

Jombang, Idola 92.6 FM-Petani milenial satu ini mencoba inovasi baru untuk budi daya melon yang dinamakan MelonPonik atau Melon Hidroponik. MelonPonik hadir sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas melon secara kontinu sepanjang musim. Teknik budi daya melon dengan media substrat, air, dan tanah yang ditanam dalam greenhouse ini terbukti mampu menghasilkan panen tanpa mengenal musim.

Sosok petani muda itu adalah Achmad Lafillian Rohmadi, petani melon milenial dari Desa Kedungrejo Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang Jawa Timur. Ia dinobatkan sebagai juara 1 Pemuda Pelopor Jombang bidang pangan pada 2024.

Menurut Lafi, ia mulai budi daya MelonPonik sejak 2023 setelah sebelumnya diskusi bersama sang ayah. Sang ayah selama ini dikenal sebagai petani semangka. Ia tertarik menanam melon dengan metode ini, karena buah terasa lebih manis.

Melon hasil petik di lahan MelonPonik Desa Kedungrejo Jombang. Melon terbesar bisa mencapai 2 kilogram/buah.(Foto: Lafi)

Hingga kini, luas lahan MelonPonik sekitar 1 hektar dengan menggandeng sekitar 20 mitra. ”Kami bermitra. Tahun ini masih banyak kemitraannya. Mitra kami tersebar di seluruh Indonesia,”tutur Lafi kepada radio Idola Semarang, pagi (22/01) tadi.

Dari 1000 tanaman, akan menghasilkan 1,5-2,5 ton buah melon. Tergantung varietas melonnya. Sedangkan berat buah, bisa mencapai 2 kilogram per buah.

Lafi mengatakan, dalam waktu dekat, akan membuka kegiatan petik buah, dan belajar tanam melon untuk umum.

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Achmad Lafillian Rohmadi, petani melon milenial dari Desa Kedungrejo Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang Jawa Timur. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya: