Wagub Taj Yasin bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memberikan penjelasan terkait penanganan banjir.

Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkab Pati, terus berupaya menanggulangi banjir.

Upaya tersebut meliputi peninggian tanggul dengan pemasangan tanggul karet di wilayah utara, hingga pompanisasi agar air dapat segera dibuang.

Wagub Taj Yasin mengatakan pemprov dan pemkab terus memercepat, penanggulangan banjir ini yang ada di Pati. Hal itu dikatakan saat berada di Pati, kemarin.

Gus Yasin menjelaskan, banjir terjadi karena adanya limpahan air sungai.

Oleh karenanya, langkah pertama yang akan dilakukan adalah meninggikan tanggul untuk mengurangi limpahan air yang masuk ke permukiman.

Menurut Gus Yasin, perlu dibuatkan tanggul karet untuk menanggulangi banjir.

“Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan pompanisasi, sebagai upaya mempercepat pembuangan air keluar wilayah terdampak. Penanganan akan dilakukan bertahap, karena pembuangan air di satu titik berpotensi berimbas pada wilayah lain. Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan kawasan permukiman terlebih dahulu,” kata Gus Yasin.

Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, berdasarkan data BPBD Jateng, banjir di Pati berdampak pada 77 desa dan warga terdampak mencapai 20.960 kepala keluarga atau 62.892 jiwa.

Banjir juga berdampak pada kerusakan infrastruktur di 44 titik yang meliputi talud, tanggul, bendungan, serta akses jalan.

Selain itu, luasan sawah terdampak tercatat mencapai 1.300 hektare.

Sejumlah titik pengungsian berada di Kecamatan Juwana, antara lain Aula Kecamatan Juwana, Balai Desa Doropayung, Balai Desa Bumirejo, serta Balai Kemasyarakatan Desa Kudukeras. (Bud)