Semarang, Idola 92,6 FM-Pemprov Jawa Tengah memerkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, untuk mengejar target eliminasi tuberkulosis (TBC) pada 2030 mendatang.
Sesuai amanat pemerintah pusat, eliminasi TBC pada 2030 ditargetkan penurunan angka kejadian menjadi 65 per 100 ribu penduduk.
Selain itu, penurunan angka kematian akibat TB menjadi enam per 100 ribu penduduk.
Wagub Taj Yasin mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci, dalam memastikan penemuan kasus dan pengobatan TBC berjalan tuntas. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.
Menurut Gus Yasin, penguatan peran komunitas dinilai mampu memerluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke tingkat paling bawah.
“Kesempatan ini adalah tanggung jawab yang luar biasa, yaitu untuk bukan hanya menemukan, tetapi juga harus mengobati. Bukan hanya mengobati saja, tetapi juga harus sampai tuntas,” kata Gus Yasin.
Gus Yasin menjelaskan, dengan pelibatan masyarakat dalam pengendalian TBC berbasis komunitas, maka target eliminasi bisa tercapai.
Saat ini, di Jateng, capaian pengendalian TBC pada 2025 menunjukkan tren positif dan temuan kasus telah mencapai 84 persen dari target 90 persen.
“Penderita yang memulai pengobatan tercatat sebesar 94,7 persen, dengan angka kesembuhan mencapai 85 persen dari target 90 persen. Angka ini menjadi pijakan untuk mengejar target yang lebih tinggi pada tahun berikutnya. TBC ini tidak hanya cukup diobati, tetapi harus tuntas supaya masyarakat ini tetap sehat,” jelasnya.
Lebih lanjut Gus Yasin menjelaskan, keberhasilan pengendalian TBC juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam konteks tersebut, peran organisasi masyarakat dinilai semakin strategis. (Bud)














