Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah terus memerkuat langkah pencegahan dini, untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus Nipah, khususnya yang berisiko menular melalui hewan ternak dan lingkungan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan pihaknya mengedepankan upaya preventif, dengan turun langsung ke lapangan. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, Senin (9/2).
Menurut Tavares, pengawasan tidak dilakukan secara pasif menunggu laporan, melainkan aktif menjemput bola dengan pemeriksaan langsung di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak.
“Antisipasi Nipah yang kami lakukan adalah pencegahan. Kami datang ke lapangan untuk mengecek, tidak menunggu laporan. Kalau ada isu penyakit, tim langsung turun untuk pemeriksaan,” kata Tavares.
Tavares menjelaskan, pola kerja tersebut mirip dengan sistem layanan kesehatan keliling yang dilakukan sektor kesehatan.
Sedang di bidang peternakan, pihaknya mengembangkan program kesehatan hewan keliling yang diberi nama Healing.
Melalui program ini, mobil-mobil operasional diterjunkan ke berbagai daerah untuk melakukan pemantauan, pemeriksaan, hingga pelaporan kondisi kesehatan hewan.
“Kami sekarang punya Healing, kesehatan hewan keliling. Tim kami bergerak ke lokasi-lokasi ketika ada indikasi atau isu penyakit, termasuk untuk mendeteksi dini potensi virus Nipah,” jelasnya.
Lebih lanjut Tavares menjelaskan, Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng juga menyiapkan pos-pos pemantauan kesehatan hewan di sejumlah titik strategis sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini.
Pos-pos ini berfungsi untuk memantau kondisi ternak, mengumpulkan data lapangan serta mempercepat respons jika ditemukan gejala penyakit.
“Dengan luas wilayah Jawa Tengah yang mencakup 35 kabupaten dan kota, kolaborasi lintas bidang ini sangat efektif. Teman-teman di pertanian juga dibekali pemahaman dasar kesehatan hewan, sehingga pengawasan bisa lebih menyeluruh,” pungkasnya. (Bud)















