Noeri’s Café, Menikmati Suasana Klasik Sambil Bernostalgia

Kota Lama Semarang sekarang ini sedang sibuk mendandani diri agar tampil cantik sehingga bisa memuaskan mata dan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjungnya. Menyusuri Kota Lama kita akan menemukan banyak peninggalan sejarah berupa gedung-gedung era colonial. Setelah puas menyusuri Kota Lama, kita bisa bersantai dan bernostalgia sambil menikmati menu sajian dari beragam café atau restaurant yang menempati bangunan-bangunan tua bersejarah. Salah satu café itu adalah Noeri’s Café.

Noeri 02

Terletak di jalan Nuri, sebuah jalan kecil menuju arah Stasiun Tawang tepat di belakang Gereja Blenduk. Cafe ini menyajikan kesempatan untuk mengintip ke masa lalu. Menurut beberapa sumber NOERI’S Café didirikan atas inisiatif dua orang anggota sebuah komunitas bernama Wawan Nugroho dan Acong dengan niat awal mengembalikan citra kota lama sebagai pusat kegiatan warga Semarang. Niatan ini lalu didukung oleh dua orang investor yang memiliki kesamaan konsep dan keinginan yaitu Rusito Sardi seorang pengusaha Semarang dan Handoko seorang kolektor benda antik.

Noeri 03

Melihat sekilas dari luar, NOERI’S Café menampilkan kesan klasik yang sederhana. Sebuah bangunan tua bercat putih dengan kanopi merah, berjendela kayu besar dan memiliki pintu yang dihiasi oleh ornamen kaca warna-warni. Di depan café itu tersedia bangku tua yang bisa kita gunakan untuk duduk-duduk sembari menikmati jalanan yang sepi dan mengumpulkan potongan-potongan sejarah masa lalu.

Noeri 04

Memasuki lantai 1 NOERI’S pengunjung akan menjumpai kursi dan meja antik dari abad lalu. Ada juga benda-benda antik koleksi pribadi pemilik yang dipajang seperti jam keramik, gramafon, mesin giling kopi, puluhan model radio dan kamera tua serta mesin hitung tempo dulu yang sudah menggunakan listrik sebagai sumber energinya. Di dindingnya, terpajang beragam poster iklan jaman baheula.

Noeri 05

Naik ke lantai 2 yang juga merupakan smoking area, pengunjung bisa menemukan kumpulan alat music seperti cello dan bass, lukisan-lukisan tua yang seolah masih hidup, miniature vespa yang berwarna-warni, dan lain sebagainya. Di area ini, seolah waktu ikut berhenti dan kita diajak dalam sebuah perjalanan menyusuri masa lalu.

Noeri 06

Bagi penikmat kuliner, NOERI’s Café menyediakan beragam jenis makanan Indonesia lokal semarang dan juga kuliner barat ala era kolonial dengan kisaran harga mulai Rp.15.000,- hingga Rp.50.000,-. Menikmati kuliner di NOERI’s Café bagaikan berada di masa -masa hindia belanda atau seperti berkunjung ke sebuah rumah tua yang penuh dengan kenangan dari berbagai era.

Noeri 07

Setiap sudut NOERI’S Café merupakan perjalanan menyusuri sejarah. Jadi saat berada didalamnya, jangan sampai lupa untuk mengabadikan setiap sudut yang menyajikan nostalgia tempo dulu, bahkan hingga ke sajian kulinernya. (Astin Soekanto / Bimo Kadarusman)

Artikel sebelumnyaPerbaikan Infrastruktur, PKL Tlogosari Akan Direlokasi
Artikel selanjutnyaKonsep Sekolah Aman Perlu Dikembangkan Secara Luas