Konsep Sekolah Aman Perlu Dikembangkan Secara Luas

Studi Banding ASEAN Safe Schools Initiative di SDN 1 Dadapan Rembang. (Photo: Heri CS - Idola FM)

Puluhan siswa berseragam merah putih yang tengah bermain di halaman sekolah sontak berhamburan. Mereka berjalan dengan tenang menuju ruang kelas masing-masing saat mendengar lonceng dipukul beberapa kali dan seseorang berteriak mengingatkan. Teng… Teng… Teng…!!! “Ada angin kencang… Ada badai….!!!”

Sembari berjalan bergegas para siswa melindungi kepala dengan kedua tangan ditangkupkan di atas kepala. Satu persatu siswa dengan tertib masuk ke kelas dan langsung berlindung di bawah kolong meja.

Selang beberapa menit kemudian, beberapa siswa yang mengenakan rompi berwarna oranye berlari-lari menyisir lingkungan sekolah. Dengan sigap, tim medis dari tim siaga bencana itu menolong beberapa siswa yang terluka akibat kejatuhan benda keras yang diakibatkan angin kencang.

“Kakinya patah, harus segera dilakukan penanganan cepat,” kata seorang siswa yang mengenakan seragam dokter kecil. Sementara di sudut lain, tim medis membawa korban yang tertimpa pohon ke ruang UKS dengan tandu. Setelah suasana reda, para siswa dan guru berkumpul di halaman sekolah.

Dokter Kecil dari Tim Siaga SDN 1 Dadapan sedang lakukan simulasi. (Photo: Heri CS - Idola FM)
Dokter Kecil dari Tim Siaga SDN 1 Dadapan sedang lakukan simulasi. (Photo: Heri CS – Idola FM)

Demikian simulasi penanggulangan risiko bencana Program Sekolah Aman yang dilakukan siswa SD Negeri 1 Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang pada Senin (16/9) lalu. Simulasi penanganan bencana angin kencang itu dilakukan saat mereka menerima kunjungan belajar rombongan dari Inisiatif Sekolah Aman Asean (ASEAN Safe School Initiative – ASSI). Turut ikut dalam rombongan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Noor Efendi, Muspida Rembang, Muspika Kecamatan Sedan, staf Plan International Indonesia, serta mitra pelaksana dari tiga Negara Kamboja, Laos dan Myanmar.

Rombongan yang dipimpin oleh Program Manager ASEAN Safe School Initiative (ASSI), Thearat Touch itu difasilitasi Plan International Indonesia yang selama ini fokus pada pengembangan masyarakat dan pemenuhan hak anak. ASSI sendiri merupakan inisiatif yang digagas sejumlah NGO Internasional (termasuk Save the Children, World Vision dan Mercy Malaysia), dan didukung oleh Sekretariat ASEAN dan APG (AADMER Partnership Group). Para delegasi pun menyimak simulasi dengan saksama. Beberapa diantaranya bahkan kaget karena tidak tahu jika ada simulasi.

Papan petunjuk jalur evakuasi saat terjadi bencana angin kencang di SDN 1 Dadapan Rembang. (Photo: Heri CS - Idola FM)
Papan petunjuk jalur evakuasi saat terjadi bencana angin kencang di SDN 1 Dadapan Rembang. (Photo: Heri CS – Idola FM)
1
2
3
4
Artikel sebelumnyaNoeri’s Café, Menikmati Suasana Klasik Sambil Bernostalgia
Artikel selanjutnyaDesa Troso, Menjaga Warisan Tenun dengan Motif Popular