Akses Cilacap-Banjar Dibuka Pasca Longsor

Ilustrasi. (photo: OLX)

Semarang, Idola 92.6 FM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menyatakan akses jalan nasional Majenang-Banjar Patroman yang tertimbun longsor, Minggu (9/10/2016) sudah bisa dibuka.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang bahu membahu dalam melakukan evakuasi tanah longsor yang menutup akses jalan utama di wilayah Selatan. Semuanya kerja keras, sehingga akses jalan bisa dilewati kendaraan,” kata Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana di Semarang, Senin (10/9/2016).

Pembukaan jalan yang tertimbun longsor melibatkan banyak pihak diantaranya Dinas Pekerjaan Umum, kepolisian, TNI serta dari jajaran lainnya.

Sementara masih terkait kebencanaan, BPBD memberikan nomor telepon agar masyarakat bisa menghubungi ketika mengetahui tanda-tanda bencana alam.

Penyebaran nomor telepon posko kebencanaan itu juga mengikuti jumlah posko yang disiapkan, yakni di 150 titik posko bencana di Jawa Tengah.

“Kalau pakai media sosial malah menyulitkan masyarakat, karena tidak semua masyarakat tahu akan media sosial. Kalau menyebarkan nomor telepon posko bencana itu lebih tepat, masyarakat tingga menelpon jika melihat ada bencana alam,” tukas Sarwa.

Lebih lanjut Sarwa menjelaskan, Jawa Tengah termasuk daerah rawan bencana alam, baik tanah longsor, banjir maupun angin puting beliung.

Masyarakat diminta bisa ikut berpartisipasi, dengan melaporkan kejadian bencana di daerahnya dengan menghubungi posko bencana BPBD setempat.

BPBD Jawa Tengah telah menetapkan bulan Oktober 2016 sebagai Bulan Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor. Penetapan itu, tidak lepas dari kondisi cuaca ekstrem yang saat ini melanda hampir seluruh wilayah di Jawa Tengah.

Diperkirakan, siklus musim hujan akan mencapai puncaknya pada bulan Januari-Maret 2017 mendatang. (Budi A/Diaz A/Heri CS)

Artikel sebelumnyaKemensos Siap Fasilitasi Pemulangan Pengikut Dimas Kanjeng
Artikel selanjutnyaPerhatian! Rabu Besok Aliran Air PDAM Untuk Pelanggan Terganggu
Editor In Chief Radio Idola Semarang.