April 2016, Jawa Tengah Deflasi 0,46 Persen

Ilustrasi

Semarang, Idola 92.6 FM – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan provinsi ini mengalami deflasi sebesar 0,46 persen bulan April 2016. Dimana Kabupaten Kudus dan Kota Tegal mengalami deflasi paling tinggi dengan 0,63 persen.

“Semua daerah di Jawa Tengah mengalami deflasi, dan Kota Semarang deflasinya 0,50 persen. Yang terendah adalah Kota Surakarta, hanya 0,19 persen saja,” kata Margo, di Semarang, Senin (2/5).

Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) belum lama ini menjadi faktor penyumbang terjadinya deflasi di Jawa Tengah pada bulan April 2016 ini.

Margo mengungkapkan selain penurunan harga BBM merosotnya sejumlah harga komoditas pokok masyarakat juga menjadi penyumbang terjadinya deflasi. Diantaranya adalah penurunan harga komoditad cabai rawit dan beras.

Meski ada komoditas yang menyumbang terjadi deflasi, Margo menjelaskan ada juga komoditas yang meredam deflasi, yaitu minyak goreng, bawang merah dan bawang putih.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, bila dilihat secara nasional semua kota di Pulau Jawa mengalami deflasi. Dimana Kota Serang, Provinsi Banten mengalami deflasi paling tinggi yaitu 0,70 persen dan yang terendah Kota Surabaya sebesar 0,15 persen.

Sementara itu, laju inflasi year on year bulan April 2016 sebesar 3,56 persen. Angka itu lebih rendah dibanding periode tahun sebelumnya yang mencapai 5,99 persen. (Budi Aris/Diaz Abidin/Heri CS)

Artikel sebelumnyaWali Kota Semarang Meminta Moratorium Perhotelan Untuk Dikaji Ulang
Artikel selanjutnyaUpaya Entaskan Kemiskinan, Bank Jateng Gandeng Sejumlah Pihak