Bagaimana Meningkatkan Prestasi Olahraga Indonesia

Semarang, Idola 92.6 FM – Dunia olahraga Indonesia mencatat satu prestasi kelas dunia pada tahun 2016 yakni medali emas ganda campuran Olimpiade Rio di Janeiro 2016 oleh Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir. Emas semata wayang kontingen “Merah Putih” itu meneruskan tradisi emas Olimpiade yang terhenti di London 2012.

Merujuk pada Laporan Akhir Tahun Kompas (28/12), prestasi Tontowi Liliyana itu kembali membuktikan bahwa bulu tangkis masih merupakan cabang andalan Indonesia di kancah dunia Pebulu tangkis kita konsisten mempersembahkan medali emas di Olimpiade sejak Barcelona 1992 tatkala bulu tangkis pertama kali dipertandingkan di ajang multi cabang sejagat itu. Dengan satu emas dan dua perak, Indonesia peringkat ke-46 klasemen medali Olimpiade 2016. Kontingen Merah Putih masih berada di atas jumlah negara Asia Tenggara lain seperti Vietnam dan Singapura.

Meski demikian, Indonesia kalah dari Thailand yang bertengger di peringkat ke-35. Di berbagai kejuaraan, baik multi cabang maupun tunggal cabang, Thailand terbukti sering mengungguli Indonesia. Dari analisis persaingan kekuatan dengan Asia Tenggara itu terlihat bagaimana kita masih harus banyak berjuang untuk mengalahkan Thailand. Termasuk di Kejuaraan sepakbola Piala AFF Suzuki 2016, Indonesia juga harus mengakui keunggulan Thailand, setelah takhluk dengan agregat gol 2-3 pada final.

Lantas, jika dengan Thailand saja kita kepayahan, bagaimana mau bersaing dengan macan-macan Asia, seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Kazakhstan dan Iran? Prestasi olahraga memerlukan proses panjang dan terencana, lalu, strategi pembinaan yang seperti apa yang mesti dilakukan pemerintah Indonesia di bidang olahraga? Sudah idealkah pembinaan atlet-atlet kita sampai saat ini?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola 92.6 FM berdiskusi bersama dengan beberapa narasumber yakni: Gatot S. Dewa Broto (Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olah raga Kemenpora RI) dan Budiarto Shambazy (pengamat olahraga, wartawan senior Kompas). (Heri CS)

Berikut Perbincangannya:

Artikel sebelumnyaDewan Sebut Akses Jalan Wisata Lebih Penuh Ketimbang Pantura
Artikel selanjutnyaBank Jateng Target 2.000 UMKM Ikut Amnesti Pajak Tahap 2