Bergerak Bersama Cegah DBD

Semarang, Idola 93.6 FM – Perubahan iklim saat ini, terbukti telah meningkatkan resiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). padahal, DBD saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kota Semarang.

Semarang memiliki catatan yang kurang baik dalam menghadapi masalah DBD. Tahun 2015, kota Semarang ada di posisi 3 dalam hal angka kejadian DBD terbesar di Jawa Tengah.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menurunkan jumlah kasus DBD. tapi, Penanganan kasus DBD sekarang, tidak bisa lagi di tangani secara konvensional, tapi harus memadukan antara teknologi dan mobilisasi masyarakat.

Nah, untuk menghadapi masalah DBD yang diperparah oleh perubahan iklim, Yayasan Mercy Corps Indonesia bersama pemkot Semarang, melaksanakan program Jejaring Ketahanan Kota-Kota Asia terhadap Perubahan Iklim atau ACCCRN (Asian Cities Climate Change Resilience Network.

Kolaborasi ini diwujudkan dalam Program ACTIVE (Actions Changing The Incidence of Vector-Borne Endemic Disease), atau, Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Berbasis Vektor, yang merupakan program turunan dari program ACCCRN dimulai pada tahun 2013 hingga 2016.

Bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, digelar berbagai kegiatan untuk menekankan pentingnya peningkatan kapasitas para stakeholder sebagai motor penggerak di masyarakat dan sekolah dalam pencegahan DBD, diantaranya, melalui upaya preventif seperti memobilisasi masyarakat di dalam Pemantauan Jentik Rutin(PJR) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), juga melalui upaya promotif, seperti kampanye perubahan perilaku hidup bersih di masyarakat dan sekolah.

Sejauh ini, sudah terbentuk 36 tim fasilitator masyarakat dan 32 orang tim fasilitator Sekolah, tugasnya memberikan penguatan kapasitas sekaligus pendampingan kepada 318 kader penggerak di 6 Kelurahan dan 237 dokter kecil yang tersebar di 19 Sekolah Dasar.

Selain itu, program ACTIVE ini juga mendukung penguatan system kesehatan melalui pemanfaatan teknologi yang dikembangkan bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang. System ini disebut dengan nama Health Informasi System (HIS), dan Health Early Warning System (HEWS), fungsinya untuk memberikan prediksi kasus DBD terkait perubahan iklim, serta menjadi media informasi dan pelaporan. (Doni Asyhar)

Artikel sebelumnyaMenunggak Pajak, 17 Aset Wajib Pajak Disita
Artikel selanjutnyaSempat Lesu, Produk Air Minum Kemasan Bangkit