DPR: Perpustakaan Di Indonesia Lesu

Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Di Kendal, Kamis (1/8)/ (SP)

Kendal, Idola 92.6 FM – Anggota Komisi X DPR RI, Jamal Mirdad mengatakan, dari ribuan perpustakaan yang ada di Indonesia, hanya sekitar 4.000 yang masih berfungsi dengan baik. Itu pun berada di kota – kota besar, sedangkan lainnya terbilang lesu sehingga diperlukan kreatifitas pengelolanya.

Penyebab sedikitnya masyarakat yang mengunjungi perpustakaan, terang Jamal, karena kurang terawatnya fasilitas.

“Seharusnya fasilitas perpustakaan bagus. Tempat parkir yang memadai, kantin, musik dan lainnya. Ini harus di per hati kan,” kata Jamal Mirdad, Kamis (1/9).

Jamal yang datang di Kabupaten Kendal dalam rangka acara Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca, menambahkan saat ini pemerintah sedang menggalakkan masyarakat gemar membaca. Sebab membaca bisa menambah pengetahuan.

“Setiap desa harus punya perpustakaan. Biar masyarakat desa mempunyai kesempatan yang sama dengan masyarakat kota,” tukas Jamal.

Kepala Direktorat Deposit Bahan Pustaka Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Lucya Dhamayanti, yang juga hadir di acara tersebut menerangkan potensi sumber daya manusia (SDM) bangsa Indonesia sangar besar.

Hal itu bisa ditinjau dari jumlah penduduk, pulau, suku, dan bahasa. Namun indeks pembangunan manusia di Indonesia masih rendah, dimana salah satu faktornya adalah rendahnya kualitas pendidikan.

“Salah satu kendala untuk meningkatkan kualitas itu adalah belum meratanya perpustakaan,” ungkap Lucya.

Disamping itu, jelasnya, juga dikarenakan tingginya budaya tutur, dibandingkan budaya baca masyarakat. Untuk itu diperlukan banyak perpustakaan.

“Saya mendukung adanya perpustakaan ditiap pedesaan,“ ujarnya.

Sementara itu, Kepala kantor perpustakaan dan arsip daerah Kabupaten Kendal, Toto Karyono, mengaku dari 266 desa yang ada di Kabupaten Kendal, baru 83 desa yang sudah mempunyai perpustakaan. Rencannya akan ada 15 desa lagi, yang membuat perpustakaan pada tahun 2016 ini.

“Kami berharap, pada tahun 2019, semua desa yang ada di kendal, sudah mempunyai perpustakaan,” tambahnya. (Sp/Diaz A)

Ilustrasi : Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca Di Kendal, Kamis (1/8)/ (SP)

Artikel sebelumnyaAPTI Minta Pemerintah Kurangi Impor Tembakau Tiongkok
Artikel selanjutnyaLanggar Parkir, Belasan Kendaraan PNS Di Balaikota Semarang Digembok