Ekonom Sebut Amnesti Pajak Dorong Penguatan Rupiah

Semarang, Idola 92.6 FM – Kebijakan program amnesti pajak yang memberikan pengampunan kepada wajib pajak (WP) untuk melaporkan hartanya pada tahap pertama mendulang sukses. Dana deklarasi harta dari WP menyentuh angka hampir Rp4 ribu triliun.

Ekonom dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Akhmad Sakir Kurnia mengatakan, dengan suksesnya amnesti pajak tahap pertama menjadi faktor penunjang menguatnya Rupiah dalam beberapa pekan ini.

“Tahap pertama Amnesti Pajak ternyata sukses besar dan kalau bisa mencapai Rp165 triliun seperti target pemerintah, maka Rupiah akan terus menguat. Harapannya, di tahap kedua juga demikian makin banyak wajib pajak yang mau jujur dengan hartanya,” ujarnya di Semarang, Jumat (14/10/2016).

Ia menambahkan, amnesti pajak memberikan angin segar kepada WP yang masih belum ”jujur” mengungkap hartanya.

Pihaknya yakin, amnesti pajak ikut mendorong menguatnya mata uang Rupiah belakangan ini. Bahkan jika di tahap kedua amnesti pajak bisa sukses maka ekonomi Indonesia akan semakin menguat.

Namun demikian, Akhmad menyebut penguatan mata uang Rupiah bukan karena dari sisi domestik saja atau karena penerimaan pajak yang besar.

“Penguatan Rupiah juga masih dipengaruhi dari luar, misalnya suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat The Fed,” terangnya.

Ia mencontohkan, wacana The Fed yang akan melakukan penyesuaian suku bunga langsung berdampak pada mata uang di seluruh dunia. Oleh karena itu pemerintah harus peka terhadap pergerakan ekonomi global. (Budi A/Diaz A/Heri CS)

Artikel sebelumnyaBawaslu Jateng: Kasus Politik Uang Jateng 31,5 Persen
Artikel selanjutnyaMelalui Kompetisi Oleh Perusahaan, PSSI Berharap Akan Temukan Bibit Baru