Ganjar: Kalau Ada Yang Bermain Harga, Polda Yang Turun Tangan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memantau harga kebutuhan pokok di Relokasi Pasar Johar Semarang Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (6/6/2016).

Semarang, Idola 92.6 FM – Memasuki hari kedua bulan Ramadhan sejumlah harga beberapa komoditas pokok mulai merangkak naik, meskipun beberapa komoditas lainnya justru turun seperti harga bawang.

Hingga saat ini kenaikan beberapa harga bahan pangan memang tergolong masih relatif rendah. Namun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengancam akan memberi tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang memainkan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan.

“Kalau ada yang berani memainkan harga, biar polda yang turun,” kata Ganjar saat memantau di relokasi Pasar Johar Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (6/6).

Pihaknya menginginkan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjaga selama bulan Ramadhan. Sehingga Ganjar menegaskan tidak akan main-main terhadap aksi nakal pedagang yang menaikkan harga dengan seenaknya.

Ganjar mencontohkan harga daging ayam ras masih naik dianggap memberatkan masyarakat. Sehingga pihaknya memerintahkan jajaranya untuk mengecek ke sumber di hulu atau peternaknya.

Salah satu pedagang ayam Broiler di relokasi Pasar Johar Mamik Surati membenarkan kalau harga daging ayam memang naik. “Ayam Rp 32ribu, padahal sebelum puasa itu masih Rp28-29ribu,” ujarnya seperti dikutip BeritaJateng.net.

Ganjar menambahkan, akan memantau harga secara menyeluruh mulai dari hulu sampai hilir. “Kalau soal harga ada sentimen atau tidak, akan dicek. Makanya saya imbau ke pedagang, jangan naikkan harga seenaknya,” imbuh Ganjar.

Lebih lanjut, politikus PDIP itu memastikan stok bahan pangan di Jawa Tengah masih aman. Distribusi bahan pangan juga masih lancar, sehingga pedagang masih dengan mudah mendapatkan barang. “Budi Aries/Diaz Abidin/Heri CS)

Artikel sebelumnyaPT PGN Optimistis Selesaikan Sambungan Gas Rumah Tangga Akhir 2016
Artikel selanjutnyaBI: Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar