Khawatir Uang Palsu, BI Imbau Masyarakat Tidak Gunakan Calo Penukaran Uang Di Pinggir Jalan

Semarang, Idola 92.6 FM – Setiap Lebaran kebutuhan uang tunai masyarakat selalu meningkat, bahkan untuk musim tahun ini Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Tengah menyiapkan uang tunai Rp19 triliun.

Maka dengan demikian, fenomena kebutuhan uang tunai masyarakat yang tinggi untuk Lebaran bukan hal baru yang perlu dikhawatirkan pemenuhannya karena ada antisipasi dari BI.

Namun masalahnya, momen seperti ini juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang lain untuk mencari peruntungan, jasa penukaran uang misalnya.

Maraknya aksi jual beli uang di pinggir jalan pun seperti yang sering terjadi di JL Pahlawan Semarang dan beberapa tempat lainnya setiap menjelang Lebaran menjadi perhatian BI Jawa tengah.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah Iskandar Simorangkir mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari transaksi jasa jual beli uang di pinggir jalan yang dilakukan para calo. Mengingat risiko penyebaran uang palsu bisa saja terjadi karena banyaknya peredaran uang palsu sesuai data yang ditemukan dan dilaporkan kepada BI pada triwulan I pada bulan Mei 2016 yang mencapai 12.197 lembar.

“Risiko yang dimungkinkan terjadi, jumlah uangnya kurang, atau malah yang digunakan itu uang palsu,” ungkap Iskandar di Semarang, Selasa (14/6).

Diakunya, menjelang Hari Raya Idul Fitri kebutuhan uang terutama dalam nominal kecil sangat tinggi. Sehingga itulah yang memunculkan banyak calo jasa penukaran uang.

Oleh karena itu, Iskandar melarang masyarakat untuk menggunakan jasa calo atau jual beli uang di pinggir jalan dan langsung datang ke kantor BI. “Kami minta masyarakat bisa langsung menukarkan uangnya ke BI. Sudah disediakan,” imbuhnya.

Untuk mendukung proses pemenuhan kebutuhan uang tunai masyarakat serta menghindari transaksi jasa jual beli uang, BI menyiapkan banyak lokasi penukaran.

Lokasi yang disiapkan diantaranya, mobil kas keliling yang ada di pasar-pasar tradisional pada waktu tertentu, dan di kantor BI yang loket penukarannya telah ditambah.

Selain itu juga disediakan seluruh kantor perbankan di Kota Semarang, serta loket di areal parkir Taman wisata Wonderia di Jl Sriwijaya Semarang yang mulai dibuka mulai 27-30 Juni pukul 09.00-12.00 WIB.

Namun antrean dibatasi maksimal hingga 800 orang saja setiap harinya. Sementara jumlah penukaran terbesar sampai Rp8 juta per orang. (Budi Aries/Diaz Abidin/Heri CS)

Artikel sebelumnyaKomisi 7 DPR: Produksi Listrik Lebih Tinggi Dari Konsumsi Tapi Masih Krisis
Artikel selanjutnyaTerganjal Dana, Renovasi Stadion Jatidiri Butuh Bantuan Swasta