KKN Ajang Bangkitkan Upacara Bendera Masyarakat Desa

Semarang, Idola 92,6 FM – Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi hari kemerdekaan Indonesia. Peringatan hari kemerdekaan kemudian diperingati seluruh rakyat Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Memasuki usia ke-71 pada 2016, HUT RI disambut gegap gempita masyarakat dengan melakukan perlombaan dan upacara bendera yang didasari kecintaan terhadap bangsanya.

Namun sayangnya, tidak serta merta semua masyarakat dapat melaksanakan upacara bendera. Upacara memang ditanamkan di lingkungan pendidikan yaitu sekolah, instansi pemerintahan dan pihak pihak lainya.

Sementara masyarakat di desa jarang bisa melakukannya karena berbagai faktor seperti tidak ada penggerak, tidak tahu bagaimana cara melaksanakannya atau bahkan kurangnya kesadaran nasionalisme oleh masyarakat sendiri.

2016-08-18-4C

Faktor-faktor tersebut perlu diselesaikan tentunya dengan tindakan dengan merangkul masyarakat yang sebetulnya ingin sekali turut ikut melaksanakan upacara bendera, minimal di desa masing-masing. Mahasiswa KKN PPM Universitas Semarang (USM) Angkatan XIII Th 2015/2016 mencoba memecahkan masalah ini dengan progam kerjanya.

Bertempat di halaman kantor Kel Sendangmulyo, Kec Tembalang Kota Semarang mahasiswa KKN USM bekerja sama dengan pihak pegawai kelurahan setempat memotori kegiatan upacara bendera pada Rabu (17/8) tepat pukul 08.00 WIB.

Hasilnya sekitar 200 orang akhirnya turut serta melaksanakan upacara bendera, termasuk petugas upacara oleh Mahasiswa KKN USM sendiri. Warga sekitar yang banyak para orang tua, anak-anak kecil dari Taman Kanak-Kanak (TK) Pelita Bangsa Sendangmulyo antusias dan semangat mengikuti kegiatan.

2016-08-18-4B

Ketua RW 03 Kelurahan Sendangmulyo, Parno mengatakan dalam kegiatan mencoba melibatkan semua masyarakat.

“Kita melibatkan semua komponen masyarakat dengan berlatar beragam agama untuk menjaga kerukunan, kesatuan NKRI. Momen-momen ini harus kita lestarikan khususnya Upacra hari kemerdekaan ini. Karena kita perlu menghormati dan menghargai jasa pahlawan yang telah membuat Indonesia merdeka dengan upacara,” tandasnya.

Menurutnya, kegiatan itu sebenarnya sama saja dengan upacara yang dilakukan disetiap peringatan HUT RI. Hanya saja yang menjadi sorotan yaitu kegiatan upacara ini baru dilakukan pertama kali di Kec Tembalang dalam waktu 3 tahun terakhir.

Terlebih, lanjut dia, Apalagi antusias warga yang sudah lanjut usia, masih menggebu-gebu. Lintas agama dalam upacara ini juga menjadi arti sendiri bahwa Indonesia merupakan negara yang berbeda-beda namun tetap satu jua. (Anggita/Diaz A/Heri CS)

Artikel sebelumnyaTopic Of The Day: Egoisme Gerus Nasionalisme
Artikel selanjutnyaTopic Of The Day: Nasionalisme Belum Selesai