November, Harga Bawang Sumbang Inflasi Jateng 0,56 Persen

Semarang, Idola 92.6 FM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menyebutkan, laju inflasi bulan November 2016 mencapai 0,56 persen akibat kenaikan harga komoditas bawang merah, dan cabai.

Inflasi yang mencapai 0,56 persen ini lebih tinggi dibanding secara nasional yang hanya 0,47 persen.

Kepala BPS Jateng Margo Yuwono di Semarang, Kamis (1/12/16) mengatakan, terjadinya inflasi yang begitu tinggi di provinsi setempat bisa jadi karena alur distribusi komoditas itu tidak terpantau pemerintah.

Akibatnya, produksi bawang merah Kab Brebes tidak hanya disalurkan ke pasar Jawa Tengah saja akan tetapi juga ke wilayah Jakarta, Bandung atau Yogyakarta.

Sehingga, jelas Margo, stok bawang merah di Jawa Tengah terlalu banyak dan berakibat harga naik.

Disamping itu, faktor lainnya bisa jadi karena musim yang tidak bersahabat bagi komoditas cabai merah, cabai rawit dan bawang merah. Sehingga, stok yang tersedia di tingkat petani memang sedikit.

“Memang sekarang trennya musim hujan ya, sehingga berpengaruh pada hasil panen bawang merah dan cabai merah di Jawa Tengah. Padahal, komoditas itu tersedia di provinsi ini tetapi menyumbang inflasi cukup besar,” ujarnya.

Sementara itu, dari sejumlah kota yang dilakukan survei biaya hidup inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Purwokerto mencapai 0,77 persen. Kemudian disusul Kudus 0,67 persen dan Kota Surakarta sebesar 0,60 persen. Sedangkan inflasi terendah, terjadi di Kota Tegal sebesar 0,34 persen. (Budi A/Diaz A)

Artikel sebelumnya174 Rumah Tidak Layak Huni Di Kudus Di Bedah
Artikel selanjutnyaBI Sosialisasi Gerakan Non Tunai Ke Kalangan Mahasiswa