BI Sosialisasi Gerakan Non Tunai Ke Kalangan Mahasiswa

Semarang, Idola 92.6 FM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah menyatakan semakin banyak masyarakat menggunakan transaksi non tunai membuat Bank Sentral bisa menekan biaya pencetakan uang kartal.

Untuk sosialisasi menggairahkan gerakan transaksi non tunai Kanwil BI Jawa Tengah menggelar Bank Indonesia Goes to Campus di Komplek Akademi Kepolisian, Semarang, Kamis (1/12/16) pagi.

Kegiatan itu menyasar para mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Kota Semarang dengan mengangkat tema “I am Less Cash Society”.

“Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai kepada mahasiswa ini ingin mengarahkan mereka mengenal layanan keuangan yang semula terbatas menjadi luas. Target kami, hingga 2020 penggunaan transaksi non tunai di Indonesia sudah lebih besar dibanding pemakaian uang kartal dengan peningkatan 0,5 persen setiap tahunnya,” kata Kepala Kanwil BI Jateng Iskandar Simorangkir.

Iskandar menambahkan, berdasarkan data di BI pada 2013, penggunaan uang tunai pada transaksi ritel Indonesia mencapai 99,4 persen.

Jika dibandingkan negara-negara di kawasan ASEAN, maka penggunaan uang kartal di Indonesia masih tinggi dan transaksi non tunainya sangat rendah.

Padahal, jelas Iskandar, keuntungan menggunakan transaksi non tunai adalah efisiensi, mudah, aman, nyaman, dan terintegrasi. Sehingga, masyarakat tidak perlu membawa uang kartal dalam jumlah banyak.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, Gerakan Nasional Non Tunai sebenarnnya bisa berjalan lebih cepat terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Sebab, rerata mereka sudah “melek” teknologi dan mempunyai rekening di perbankan yang dilengkapi kartu ATM. Karena kartu ATM sekarang bisa digunakan sebagai alat pembayaranan non tunai, yaitu sebagai kartu debet.

Seperti diketahui, sejak 14 Agustus 2014 BI secara resmi mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai. Pencanangan Gerakan Nasional Non Tunai itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan sarana pembayaran non tunai dalam setiap bertransaksi keuangan yang mudah, aman, dan efisien. (Budi A/Diaz A)

Artikel sebelumnyaNovember, Harga Bawang Sumbang Inflasi Jateng 0,56 Persen
Artikel selanjutnyaKPU Beri Kesempatan Paslon Tambah APK 150 Persen