Puncak Rob Di Semarang Sampai 16 Mei

ilustrasi tribunnews

Semarang, Idola 92.6 FM – Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Semarang, Retno Widyaningsih berdasarkan pengamatan menyatakan puncak pasang air laut atau sering disebut rob akan terjadi sampai 16 Mei.

“Kota Semarang bulan ini diprediksi mengalami dua kali pasang. Yakni, pada bulan Mei, dimana puncak rob terjadi tanggal 9-16 pada pukul 10.00-17.00 WIB. Lalu pada tanggal 24-30 Mei diwaktu yang sama pula,” katanya di Semarang, Jumat (13/5).

Fenomena rob adalah kondisi yang sering terjadi di wilayah pesisir, tidak luput juga dialami Kota Semarang. Bahkan rob beberapa hari ini yang terjadi terlihat lebih tinggi dari rob yang pernah terjadi sebelumnya di Semarang.

Dari pantauan beberapa hari ini, fenomena rob di kawasan Kaligawe dan Genuk dan beberapa daerah lainnya di Semarang menyebabkan gangguan aktivitas bagi masyarakat. Kondisi rob yang terjadi pada siang sampai sore hari berdampak pada kegiatan masyarakat seperti lalu lintas kendaraan.

Bahkan, imbas dari rob yang terjadi di Genuk beberapa hari ini menyebabkan kemacetan panjang di jalur pantura Semarang-Demak. Seperti yang terjadi pada 3 hari ini 11-13 Mei 2016. Arus lalu lintas dari arah Demak menuju ke Semarang pada Kamis kemarin macet dari Genuk mengekor sampai Desa Loireng, Sayung, bahkan lebih.

Sementara di wilayah Jl Kaligawe Semarang juga mengalami hal yang serupa. Dimana kemacetan terjadi di sepanjang ruas Jl Kaligawe sampai Genuk.

Menginformasikan soal rob, Retno menambahkan, berdasarkan pengamatan puncak rob setiap tahunya berada pada bulan April sampai Juni.

Penjelasannya, rob terjadi karena gaya gravitasi dari benda-benda langit seperti matahari dan bulan. Pada bulan mei, terang Retno, jarak antara bumi terhadap benda langit berada pada jarak paling dekat. Dalam kondisi ini, Kota Semarang juga menjadi salah satu wilayah yang menghadap langsung ke benda langit yang dimaksud.

“Semarang menghadap langsung dengan Matahari, karena daya gravitasi inilah yang mempengaruhi tinggi rendahnya rob,” pungkasnya. (Diaz Abidin/Heri CS)

Artikel sebelumnyaHunian Vertikal Jadi Solusi Kurangi Backlog
Artikel selanjutnyaMaraknya Penipuan, Masyarakat Diimbau Selektif Membeli Apartemen