Topic Of The Day: Pembangunan Karakter Belum Menjadi Leading Sector

Semarang, Idola 92.6 FM – Pendidikan karakter menjadi tonggak penting bagi sebuah bangsa. Sebab, karakter yang kuat akan menjadikan sebuah bangsa besar. Demikian dikemukakan Letjen (Purn) Kiki Syah¬nakri – Ketua Badan Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD saat diwawancara Radio Idola 92.6 FM dalam acara Panggung Civil Society Selasa (9/8) pagi tadi.

Menurut Kiki, yang juga mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu, sepanjang perjalanan kemerdekaan hingga jelang usia 71 tahun ini, kita belum pernah melakukan pendidikan karakter yang berbasis pancasila secara konsekuen. “Seharusnya seperti negara-negara yang berhasil seperti Jepang dan Malaysia, pendidikan menjadi leading sector dalam pembangunan nasional. Artinya pendidikan karakter, pendidikan budaya, pembangunan budaya menjadi sector utama yang mesti dibangun Negara,” kata Kiki.

Karakter Harus Dirawat Sejak Dini

Kiki menyebut, kalau tidak melakukan pendidikan karakter, maka yang tadinya Pancasila menjadi keseharian budaya kita lama-lama akan luntur. Karakter mesti dibangun sejak kecil. Saat ini, penghormatan kita pada orangtua juga luntur karena pendidikan budi pekerti juga luntur.

Kiki Syahnakri

“Di kita, sepanjang sejarah, character building tidak pernah menjadi leading sektor. Yang lain mengikuti itu. Kalau suatu bangsa pendidikannya berhasil. Jepang misalnya, budayanya walaupun menjadi modern, tetapi akar budayanya tak tertinggalkan. Orang Jepang di mana-mana jika ketemu orang membungkuk beberapa kali. Itu kan budaya mereka,” ujarnya.

Menurut Kiki, kalau kualitas elite-nya buruk maka akan membuat kualitas masyarakatnya akan buruk. Karena elit harus menjadi teladan bagi masyarakatnya. Tetapi ternyata tidak, malah korup dan melakukan perbuatan tercela lainnya. Ini harus dibenahi melalui pendidikan kita baik keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Ada adagium begini. Kalau kita kehilangan kekayaan, kita sebenarnya tak kehilangan apa-apa. Jika kehilangan kesehatan akan ada yang hilang. Namun, jika kehilangan karakter, maka segala-galanya hilang,” tandasnya. (Heri CS)

Podcast wawancara lewat telepon Radio Idola dengan Kiki Syahnakri.

Artikel sebelumnyaTopic Of The Day: Membangun Etika Berbangsa Dimulai Dari Keluarga
Artikel selanjutnyaGanjar Ingin Pemda Permudah Izin Investasi