Apindo Jateng Setuju Jembatan Timbang Diaktifkan Kembali, Tapi Ada Syaratnya

Semarang, 92.6 FM-Pengaktifan kembali jembatan timbang, mendapat sambutan positif dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah. Selama pengaktifan jembatan timbang untuk mengontrol muatan dan mencegah kerusakan jalan di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Menurut Ketua Apindo Jateng Frans Kongi, pihaknya mendukung jembatan timbang dibuka kembali, terutama untuk menjaga kondisi jalan selalu baik. Sehingga, proses distribusi barang yang dilakukan para pelaku usaha tidak terganggu karena jalan rusak.

Frans mengakui, ada beberapa pengusaha yang mencari untung dengan menghemat biaya transportasi. Yakni, dengan membawa muatan yang berlebihan, meski beban yang disyaratkan hanya sekian ton saja. Namun, karena mengejar penghematan, maka pengusaha menempuh cara melebihkan muatan yang dibawanya.

Sehingga, jelas Frans, jika pemerintah ingin membuka kembali jembatan timbang, maka pihaknya akan mengimbau pelaku usaha untuk mentaati peraturan tentang muatan. Apindo Jateng juga meminta pemerintah, untuk tegas dan tidak ada pungutan liar di jembatan timbang yang memberatkan dunia usaha.

“Kami setuju saja jembatan timbang dibuka lagi, tapi syaratnya tidak ada biaya-biaya yang memberatkan pengusaha. Kami para pengusaha siap untuk tertib,” kata Frans ketika dihubungi Radio Idola, kemarin.

Sementara itu, terkait dengan dibangunnya gudang untuk menurunkan muatan yang berlebih, lanjut Frans, dirinya kurang menyetujui. Sebab, justru akan menambah biaya operasional bagi pengusaha jika memang dianggap melanggar tonase. Artinya, ada biaya bongkar muat ulang dan biaya pengamanan barang di gudang. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenakar Kinerja Dan Kultur Akademik Guru Besar
Artikel selanjutnyaBulog Jateng Kirim Beras ke Kalimantan dan Sumatera Untuk Dukung Kedaulatan Pangan