Bagaimana Mengendalikan Politik Identitas Memasuki Tahun Politik?

Semarang, Idola 92.6-Rakyat sejatinya merupakan pemilik daulat atas kepemimpinan dalam iklim demokrasi. Hal itu pun seperti tersirat dalam ungkapan bahasa Latin “Vox Populi Vox Dei” yang berarti “suara rakyat adalah suara Tuhan”. Namun, faktanya, masyarakat belum sepenuhnya menyadari perihal daulatnya itu. Kita yang biasa hidup guyub rukun dan ayem tentrem antar sesama saudara tiba-tiba bisa berubah menjadi berkecamuk ketika terpolarisasi oleh politik identitas. Sikap kita mudah goyah. Pikiran kita mudah terbelah.

Tak bisa dimungkiri, memasuki gelaran pilkada, ada saja demagog-demagog yang menjual isu politik identitas untuk menyerang lawan-lawan politiknya. Dan, celakanya, masyarakat kita masih begitu mudah memercayainya. Demagog merupakan istilah politik yang berasal dari dari bahasa Yunani “demos” yang bermakna rakyat dan “agogos” yang bermakna pimpinan dalam arti negative, yaitu pemimpin yang menyesatkan demi kepentingan pribadinya. Demagog dalam konteks ini bisa diartikan penggerak rakyat yang pandai menghasut dan membangkitkan semangat rakyat untuk memperoleh kekuasaan.

Berkaca pada Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu kita jadi gamang, dapatkah kita mampu mengendalikan politik identitas dalam perhelatan pilkada? Jika bisa, bagaimana dan mungkinkah kita mengendalikannya? Lalu, apa pula yang mesti dilakukan masyarakat agar semakin cerdas menangkalnya?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, nanti kita akan berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Kacung Marijan (Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya dan Wakil Rektor UNUSA) dan Hendri Satrio (pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina). (Heri CS/Ilustrasi Pride.com)

Berikut Perbincangannya:

Artikel sebelumnyaJateng Siap Wujudkan Provinsi Layak Anak
Artikel selanjutnyaJamaluddin Daeng Abu, Sang Pencerdas Anak Petani Dari Gowa