Galeri Investasi Ternyata Bisa Picu Tumbuhnya Investor Baru di Jateng

Semarang, 92.6 FM-Mulai membaiknya sektor perekonomian di Tanah Air, ditandai dengan meningkatnya jumlah transaksi dan investor baru yang dicatat Bursa Efek Indonesia (BEI) di Semarang. Pada 2016 kemarin, jumlah investor di Jawa Tengah sebanyak 25.753 orang investor, sedangkan nilai transaksinya mencapai 60 persen dibanding 2015 yang hanya Rp5 triliun.

Kepala Kantor Pusat Informasi Go Publik Semarang Fanny Rifqi El Fuad mengatakan, meningkatnya jumlah investor di Jawa Tengah pada tahun kemarin tidak lepas dari usahanya membuka galeri investasi yang ada di sejumlah perguruan tinggi di provinsi ini. Yakni melalui program ”Yuk Nabung Saham”.

Saat ini, di Kota Semarang ada 11 perguruan tinggi yang memiliki galeri investasi. Harapannya, dari satu perguruan tinggi yang ada galeri investasinya bisa menarik mahasiswa bermain saham. Sehingga, akan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perkembangan investasi saham di Kota Semarang.

”Ini tidak lepas dari effort kita dengan membuka galeri investasi di sejumlah perguruan tinggi. Sehingga, akan muncul investor baru dari kalangan mahasiswa, dosen dan masyarakat sekitar. Karena, kita juga berharap galeri investasi itu bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar kampus,” kata Fanny, Selasa (14/2).

Sementara itu, beberapa perguruan tinggi di luar Kota Semarang yang sudah memiliki galeri investasi, lanjut Fanny, di antaranya ada di UKSW Salatiga, Universitas Pekalongan, Univesritas Muria Kudus dan Universitas NU Jepara. Dalam waktu dekat ini, BEI Semarang akan menambah dua galeri investasi di dua kampus di Kota Semarang. Yakni di Politeknik Negeri Semarang dan Universitas PGRI Semarang. Sedang di Kabupaten Blora, yakni di Kecamatan Cepu akan dibuka di AKA Migas. Diharapkan, semakin banyak galeri investasi di beberapa perguruan tinggi akan memudahkan mahasiswa mengenal tentang pasar modal. (Bud)

Artikel sebelumnyaPilkada Serentak, Sudahkah Melahirkan Kepala Daerah yang Berkualitas?
Artikel selanjutnyaKPU: Kalau Pas Coblosan di Pati Masih Banjir, Maka TPS Dipindah