Kanreg 3 OJK Akan Tingkatkan Inklusi Keuangan di Jawa Tengah Yang Dianggap Masih Rendah Capaiannya

Semarang, 92.6 FM-Presiden Joko Widodo menargetkan pada 2019 mendatang, angka inklusi secara nasional mencapai 75 persen. Sementara, tahun kemarin angka inklusi nasional baru 67,82 persen dan di Jawa Tengah mencapai 66,23 persen.

Kepala Kantor Regional (Kanreg) 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY Bambang Kiswono mengatakan pihaknya akan terus mendorong dan meningkatkan inklusi keuangan, di masyarakat Jawa Tengah. Hal itu menjadi salah satu tugas pokoknya, ketika menjabat sebagai kepala Kanreg 3 OJK Jateng-DIY yang baru.

Menurutnya, ada banyak upaya yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan tingkat inklusi keuangan masyarakat Jawa Tengah. Salah satunya, dengan memberi edukasi kepada masyarakat perdesaan, khususnya kelompok masyarakat petani dn nelayan serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Dengan demikian, jelas Bambang, pelayanan industri keuangan di daerah-daerah perdesaan semakin mudah karena masyarakat sudah paham tentang inklusi keuangan.

“Karena saya lihat di sisi literasi keuangan sudah cukup bagus, tapi inklusinya masih perlu ditingkatkan. Inklusi keuangan secara nasional dibanding Jawa Tengah masih lebih baik. Tentunya, di sini akan terus kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kita tidak ada bosan-bosannya, dan bantuan dari teman-teman media sangat diharapkan,” kata Bambang, Selasa (19/9).

Sementara, jelas Bambang, untuk tingkat literasi keuangan di Jawa Tengah mencapai 33,51 persen. (Bud)

Artikel sebelumnyaJuhana: Pengawas Pemilu di Tahun Politik Memiliki Tantangan Berat Karena Event Pemilu Berjalan Hampir Bersamaan
Artikel selanjutnyaDinas ESDM Jateng Wacanakan Pembeli Elpiji 3 Kg Yang Dapat Subsidi Miliki Kartu Kontrol Khusus