Juhana: Pengawas Pemilu di Tahun Politik Memiliki Tantangan Berat Karena Event Pemilu Berjalan Hampir Bersamaan

Semarang, 92.6 FM-Tahun politik yang dimulai pada 2018 hingga 2019 mendatang, menjadi tugas berat bagi para pengawas di tingkat provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan. Misalnya di Jawa Tengah, selain memersiapkan ajang pemilihan gubernur (Pilgub) dan Pilkada Serentak 2018 di tujuh kabupaten/kota serta persiapan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres).

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah Johana mengatakan untuk menghadapi tahun politik di provinsi ini dan skala nasional, pihaknya sudah membentuk panitia pengawas pemilu (Panwaslu) di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Bahkan, di tataran panwaslu 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah juga sedang berlangsung proses seleksi pengawas di tingkat kecamatan.

Menurut Juhana, memasuki tahun politik di 2018 dan 2019 tantangan dan tugas dari pengawas semakin berat. Oleh karena itu, perlu ada inovasi dalam pengawasan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Baik dari sisi pencegahan melalui pengembangan aplikasi pengawasan maupun dalam pelaporannya.

“Ada hal-hal yang perlu diantisipasi, agar potensi pelanggaran tidak terjadi. Ini yang harus dpersiapkan oleh temen-temen panwas kabupaten/kota yang telah kami bentuk. Kemudian, karena waktunya hampir barengan setelah pilgub dan pilkada lanjut pileg dan pilpres, maka tahapan pengawasan harus matang, karena ritme pekerjaan yang lebih kompleks lagi,” kata Juhana, Selasa (19/9).

Diketahui, di Jawa Tengah selain ada pemilihan gubernur dan wakil gubernur, juga dilaksanakan pemilihan kepala daerah di tujuh kabupaten/kota di provinsi ini. Yakni Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Banyumas, Temanggung, Karanganyar, Kudus dan Kabupaten Magelang. (Bud)

Artikel sebelumnyaBPOM: Setiap Daerah di Jateng Harus Ada Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal
Artikel selanjutnyaKanreg 3 OJK Akan Tingkatkan Inklusi Keuangan di Jawa Tengah Yang Dianggap Masih Rendah Capaiannya