Kota Tegal Dapat Perhatian Khusus Bawaslu Jateng di Pilkada Serentak 2018

Semarang, 92.6 FM-Mengantisipasi kerawanan pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng bersama Bawaslu Republik Indonesia dan Panwaslu di tujuh kabupaten/kota akan menyusun Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2018. Pemetaan kerawanan pilkada disusun dengan skoring 0-1,99 poin kategori rendah, 2-2,99 poin kategori sedang dan kategori tinggi 3-5 poin.

Ketua Bawaslu Jateng Fajar SAKA mengatakan pihaknya sejak jauh hari, sudah melakukan pemetaan kerawanan pilkada di provinsi ini. Hal itu didasari pada faktor geografis daerah, pengalaman pilkada masa lalu dan dinamika sosial politik di daerah setempat.

Menurutnya, di Jawa Tengah penilaian IKP di beberapa daerah yang menyelenggarakan pilkada pada kategori rendah. Satu daerah di Jateng pernah masuk kategori IKP sedang, yaitu Kabupaten Pati dengan skor 2,33 poin saat pilkada 2012 lalu. Hal itu terjadi, karena adanya ketegangan di tubuh internal PDI Perjuangan Kabupaten Pati antara kubu Soeroso dengan Sunarwi yang saling mengklaim mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.

Fajar menjelaskan, dengan mulai menyusun IKP 2018 di Jawa Tengah, pihaknya mencoba membuat analisa kebijakan dan langkah penyelesaian kasusnya. Misalnya persoalan tingkat partisipasi rendah, maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang didorong untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Karena, di Pilgub 2013 tingkat partisipasi pemilih hanya 46 persen dari target yang ditetapkan sebesar 60 persen.

Lebih lanjut Fajar menjelaskan, pada Pilkada Serentak 2018 mendatang di tujuh kabupaten/kota yang menggelar pilkada di Jawa Tengah Kota Tegal akan mendapat perhatian khusus. Hal itu terjadi, karena persoalan kepala daerahnya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

“Kalau kita lihat berdasarkan proses perkembangan terakhir, dugaan saya IKP di Jateng masuk kategori rendah. Mungkin yang jadi perhatian khusus adalah Kota Tegal, tapi belum dilihat berdampak langsung terhadap pilkada atau tidak,” kata Fajar, Selasa (17/10).

Lebih lanjut Fajar menjelaskan, ada tiga indikator di dalam menghitung kategori IKP. Yakni penyelenggara pemilu, kontestasi dan partisipasi pemilih.

Diketahui, selain menggelar pemilih gubernur, di Jateng juga digelar pemilihan bupati/wali kota. Yakni di Kabupaten Banyumas, Kudus, Karanganyar, Temanggung, Kabupaten Magelang, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. (Bud)

Artikel sebelumnyaPolines Tempatkan 2 Finalis Di Kontes Jembatan Indonesia 2017
Artikel selanjutnyaKPw BI Jateng Sebut Sistem Distribusi Logistik Pengaruhi Kestabilan Harga Pangan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini