Merevitalisasi Nilai-Nilai Pancasila

Pancasila

Semarang, Idola 92.6 FM – Sejumlah peristiwa yang belakangan ini terjadi menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya Pancasila. Pancasila sebagai pandangan hidup, way of life, dan weltanschauung,kembali digelorakan dalam momentum hari jadi ke-44 PDI Perjuangan Selasa lalu.

Dalam pidatonya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri menekankan pentingnya menjaga Pancasila. Sebab, Pancasila selalu relevan dalam menghadapi setiap tantangan yang sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan aspirasi masyarakat. Dalam konteks keindonesiaan, Megawati pun merujuk pemikiran Bung Karno, “Kalau kamu mau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau kamu mau menjadi orang Islam, jangan jadi orang Arab. Kalau kamu mau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau kamu mau jadi orang Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya nusantara yang kaya raya ini.”

Membicarakan nilai-nilai Pancasila, kita teringat dahulu pada era Presiden Suharto, pernah memiliki Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P4. Namun, seiring bergantinya tampuk kepemimpinan RI, P4 yang dinilai sebagai bentuk indoktrinasi Orde Baru itu, juga ditiadakan. Celakanya, tak ada lagi formula yang disiapkan negara ini untuk mengganti dan meninginternalisasikan Pancasila secara lebih masif kepada generasi muda. Terbukti, akibat semakin lunturnya pengejawantahan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, kini, bangsa ini seolah oleng akibat didera berbagai persoalan yang merobek persatuan dan kesatuan bangsa.

Lantas, apa yang mesti dilakukan agar Pancasila kembali menjadi filosofi kehidupan berbangsa dan bernegara? Upaya konkret apa yang perlu dilakukan untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila? Bagaimana pula mengejawantahkan ideology Pancasila agar tidak hanya ada dalam pikiran dan konsep tetapi juga tecermin dalam sikap dan perilaku elite politik?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola 92.6 FM berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Sidarto Danusubroto (anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Ketua MPR RI 2013-2014) dan Siswono Yudo Husodo (Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Universitas Pancasila). (Heri CS)

Berikut Perbincangannya:

Artikel sebelumnyaAhmad Naufal, Sang Penakluk Lahan Tandus Di Serang Banten
Artikel selanjutnyaSugito, Kades Perajut Desa Mandiri Di Lereng Gunung Slamet