Pelaku UMKM Jateng Terus Didampingi Biar Naik Kelas

Semarang, Idola 92.6 FM – Seluruh pelaku UMKM yang ada di Jawa Tengah memiliki permasalahan yang hampir sama, yaitu soal permodalan dari perbankan. Karena, banyak perbankan belum bisa menyalurkan kreditnya dengan alasan pelaku UMKM tidak kuat keuangannya alias tidak bankable.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jateng mencoba melakukan pemetaan terhadap permasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM. Tidak hanya dari persoalan permodalan saja, tetapi juga permasalahan lainnya. Misalnya soal akses pemasaran.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan dengan melakukan pemetaan persoalan yang dihadapi pelaku UMKM, maka pemerintah tidak keliru ketika mengambil langkah dan bertindak. Bahkan, dengan pemetaan yang dilakukan tidak hanya diketahui persoalannya saja tetapi juga para pelaku UMKM berada di kelas mana. Baik beromzet ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

“Sebenarnya gini, yang pertama adalah proses pendataan UMKM di Jawa Tengah. Kita coba mengidentifkasi posisi mereka itu sebenarnya dalam level seperti apa, lalu setelah tahu problemnya apa. Ternyata, problemnya soal product knowledge dan akses modal. Baru kita lakukan pelatihan dan pendampingan,” kata Ganjar.

Lebih lanjut politikus PDIP itu menjelaskan, yang saat ini dilakukan pemprov untuk meningkatkan kelas para pelaku UMKM dengan “Sadewa Market”. Yakni, pelaku UMKM di Jawa Tengah bisa berjualan secara online di Sadewa Market. (bud)

Artikel sebelumnyaPengamat Ekonomi Sebut Petani Tembakau Jauh Dari Sejahtera
Artikel selanjutnyaMasih Banyak UMKM Yang Belum Berani Ekspor Produknya ke Luar Negeri