Plan Inisiasi Koalisi Muda Untuk Anak Perempuan

Jakarta, Idola 92.6 FM – Plan International di Indonesia bersama puluhan anak muda menginisiasi pembentukan Koalisi Orang Muda untuk Anak Perempuan (Youth Coalition for Girls-YCG). Ini sebagai upaya untuk menanggulangi diskriminasi dan kekerasan dalam berbagai bentuk baik di ruang privat maupun public bagi anak perempuan di Indonesia.

Selain itu, BPS mencatat, persentase perempuan usia 20 hingga 24 tahun yang menikah sebelum usia 18 tahun di Indonesia relatif masih tinggi, yakni di atas 20 persen. 340,000 anak perempuan menikahsetiaptahunnya. Secara global, 1 dari 10 anak perempuan pernah mengalami kekerasan seksual, termasuk perkosaan.

Country Director Plan International Indonesia, Mingming Remata Evora mengatakan, atas hal itu perlu ada upaya ekstra dari semua pihak untuk mengakhiri diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. Di Indonesia, 66% perempuan bekerja di sektor pertanian dan perdagangan yang cenderung rentan mendapat kekerasan dan cenderung berpenghasilan rendah.

“Permasalahan ini harus diakhiri segera. Ini pula yang mendorong Plan International di Indonesia bersama puluhan anak muda menginisiasi pembentukan Koalisi Orang Muda untuk Anak Perempuan,” kata Mingming dalam siaran persnya kepada Radio Idola 92.6 FM Semarang.

Kawal Pencapaian Tujuan Kelima SDGs

Pengukuhan YCG yang bertepatan dengan HUT Plan International ke 80 juga sejalan dengan Gerakan global Because I Am Girl (BIAAG) yang diinisiasi Plan International sejak 2012. “Gerakan ini mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan juga dunia usaha memberikan kesempatan bagi anak perempuan untuk belajar, memimpin, mengambil keputusan, serta mengembangkan potensi maksimalnya, guna meningkatkan kualitas hidup anak perempuan di seluruh dunia,” jelasnya.

Mingming juga menambahkan, gerakan BIAAG berupaya menjangkau 100 juta anak perempuan di seluruh dunia sebagai penerima manfaat. Di Indonesia sendiri, Gerakan BIAAG akan menjangkau 1 juta anak perempuan melalui berbagai program dan kegiatan yang dilakukan Plan International Indonesia, bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah.

Sementara itu, Linda Gumelar, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang aktif di berbagai organisasi perempuan, didapuk 80 anak muda perwakilan puluhan organisasi anak muda di Indonesia sebagai penasihat YCG. Saat pengukuhan YCG, di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, menegaskan YCG diharapkan menjadi mitra para pemangku kepentingan di Indonesia, untuk mempercepat pencapaian tujuan kelima dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni mencapai kesetaraan gender dan upaya memberdayakan perempuan.

Selain pengukuhanYCG, Plan International bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja juga meluncurkan modul dan e-learning soft skill, yang bisa dimanfaatkan oleh semua calon tenaga kerja muda di Indonesia, terutama yang belajar di Balai Latihan Kerja. Hal ini diharapkan dapat menjadi kontribusi gerakan BIAAG agar perempuan muda dapat berhasil di dunia kerja. (Heri CS)

Artikel sebelumnyaBI: NPL Jateng Masih Terjaga, Ekonomi Masih Stabil
Artikel selanjutnyaDinhub Jateng Akan Bentuk Tim Khusus Tangani Polemik Taksi Daring