Transaksi Nontunai di Tol Semarang Rerata Capai 86 Persen

Semarang, 92,6 FM-Pelaksanaan transaksi nontunai di ruas jalan tol milik PT. Jasa Marga Cabang Semarang secara rerata, terjadi peningkatan dibanding sebelum kebijakan pembayaran nontunai. Dua gerbang tol di Semarang, yakni Gerbang Tol Gayamsari dan Muktiharjo saat ini sudah mencapai 100 persen. Atau, seluruh gardu sudah melayani transaksi nontunai sejak 30 September 2017.

General Manager PT. Jasa Marga Cabang Semarang Dwi Winarsa mengatakan dari hasil pemantauan pelaksanaan kebijakan transaksi nontunai di kedua gerbang tol itu, sudah sepenuhnya terlaksana. Seluruh pengguna sudah menggunakan transaksi nontunai di setiap gardu tol, baik yang melintas di Gerbang Tol Gayamsari ataupun di Gerbang Tol Muktiharjo.

Menurutnya, terjadi peningkatan penggunaan transaksi nontunai yang cukup tajam di kedua gerbang tol itu. Dari sebelumnya hanya 35 persen, saat ini sudah mencapai 100 persen.

Dwi Winarsa mengakui, ketika diawal penerapan kebijakan transaksi nontunai di Gerbang Tol Gayamsari memang terjadi antrean panjang. Kejadian itu berlangsung dalam beberapa hari saat jam berangkat kerja atau pulang kerja.

“Secara rata-rata, penggunaan transaksi nontunai di angka 86 persen di empat gerbang yang ada di Semarang. Sehingga, bisa mengurangi panjang antrean di setiap gerbang tol,” kata Winarsa, Rabu (18/10).

Lebih lanjut Winarsa menjelaskan, untuk mendukung program transaksi nontunai di gerbang tol, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah perbankan menyediakan 42 ribu kartu uang elektronik. Penjualan kartu uang elektronik itu dilakukan sebelum masuk gerbang tol, dan pengguna jalan mendapatkan kartu secara cuma-cuma dan hanya mengganti isi uang elektroniknya saja.

“Sejak 16 Oktober sampai sekarang sudah terjual dua ribu kartu, dari 6.500 kartu yang disediakan di tahap pertama. Total kartu yang kita sediakan sampai 31 Oktober adalah 42 ribu,” ujarnya.

Diketahui, setiap hari volume kendaraan yang melintas di jalan tol Semarang di Gerbang Gayamsari sebanyak 25 ribu kendaraan dan Gerbang Tol Muktiharjo ada 32 ribu kendaraan. Sedangkan yang melintas di Tembalang ada 52 ribu kendaraan dan di Manyaran 32 ribu kendaraan. (Bud)

Artikel sebelumnyaIni Rahasia Pak Kades Udi Kembangkan Desa Wisata Pujon Kidul Malang
Artikel selanjutnyaBPK Jateng Periksa Keuangan Pemerintah Lebih Detil Untuk Tingkatkan Opini Laporan

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini