Wow… Jasa Marga Siapkan 900 Posisi Baru Untuk Mantan Petugas Gardu Tol

Jakarta, 92.6 FM-PT. Jasa Marga, Persero sudah menyiapkan pekerjaan baru bagi mantan petugas penjaga gardu tol, pascakebijakan pemberlakuan transaksi elektronik di gerbang tol. Sebagai perusahaan BUMN, PT. Jasa Marga menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).

Direktur SDM & Umum PT. Jasa Marga Kushartanto Koeswiranto mengatakan sebagai solusinya, pihaknya menyiapkan program A-Life (Alih Profesi) kepada karyawan-karyawan yang terkena dampak dari kebijakan elektronifikasi itu. Program A-Life merupakan program pengalihan pekerjaan atau perubahan jalur karir, ke bidang yang berbeda dengan sebelumnya.

Program ini, jelas Kushartanto, bertujuan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan dan menambah pengalaman baru sesuai dengan kemampuan dan minat Karyawan.

Menurutnya, ada dua pilihan alih profesi yang ditawarkan Jasa Marga kepada para mantan petugas penjaga gardu tol. Yakni alih profesi ke unit kerja atau anak perusahaan yang ada di dalam lingkup Jasa Marga Group, dan alih profesi menjadi wirausaha.

“Hingga saat ini, telah tersedia 900 posisi baru di Jasa Marga Group yang bisa diisi oleh karyawan yang melakukan alih profesi. Pendaftar untuk posisi baru tersebut, saat ini per hari Jumat (13/10) sudah mencapai 586 orang,” kata Kushartanto dikutip dari rilis yang diterima Radio Idola.

Alih profesi ke Jasa Marga Group, lanjut Kushartanto, sejalan dengan ekspansi bisnisnya saat ini. Sebab, pihaknya terus aktif mengembangkan jalan tol baru di bawah anak perusahaan dan bidang usaha lain yang mendukung bisnis inti Jasa Marga.

“Dalam tiga tahun ke depan, Jasa Marga menargetkan akan mengoperasikan 600 kilometer jalan tol baru. Jasa Marga juga aktif mengembangkan anak perusahaan, seperti Jasa Marga Toll Operations, Jasa Marga Maintenance Service, Jasa Marga Properti, Jasa Marga Rest Area dan lain-lain,” ujarnya.

Kushartanto menjelaskan, bagi karyawan yang alih profesi menjadi wirausaha, pihaknya akan memberikan pelatihan agar menjadi wirausaha mandiri. Bahkan, pihaknya memfasilitasi outlet usaha di rest area yang dimiliki Jasa Marga Group. (Bud)

Artikel sebelumnyaIndef Sebut Jateng Belum Mampu Mengoptimalkan Potensi Daerahnya
Artikel selanjutnyaIndef: Harga Beras Mahal Tak Bisa Angkat Kesejahteraan Petani

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini