Bagaimana Membuat Guru Berdaya Dalam Merancang Sistem Pembelajaran?

Semarang, Idola 92.6 FM – Kurangnya rasa saling percaya antarpemangku kepentingan merupakan masalah mendasar dalam pendidikan. Rasa saling percaya harus dibangun dengan cara memberi guru kemerdekaan untuk mengembangkan metode mengajar yang sesuai dengan situasi kelas.

Demikian terungkap dalam Temu Pendidikan Nasional 2018 di Jakarta baru-baru ini. Para guru mengungkapkan, salah satu kendala mereka berimprovisasi dalam mengajar ialah karena takut ditegur kepala sekolah. Sementara itu, Kepala Sekolah takut ditegur pengawas jika cara guru mengajar tidak persis seperti yang tercantum dalam buku teks panduan.

Pemerhati pendidikan, pendiri Yayasan Sekolah Cikal-Najeela Shihab mengingatkan, tanpa rasa saling memercayai antarpemangku kepentingan, pendidikan tidak akan manusiawi. Di antara semua pihak yang paling sering tidak dipercaya adalah guru. Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, dan orangtua tak meyakini guru bisa mengajar siswa dengan baik. Karena itu, mereka menerapkan standar yang kaku. Padahal, standar mestinya merupakan tujuan, bukan cara mengajar. Hal ini karena cara mengajar harus disesuaikan dengan situasi kelas dan kemampuan siswa.

Lantas, bagaimana membuat guru berdaya dalam merancang Sistem Pembelajaran? Selama ini bagaimana? Jika belum terlaksana apa hambatan dan kendalanya? Ke depan, apa masukan dan rekomendasi pada pemerintah? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Chusnul Chotimah, praktisi pendidikan dan Pelatih dari Kampus Guru Cikal. [Heri CS]

Berikut Wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMahfud MD: Kasus Ratna Sarumpaet Bisa Masuk ke Persidangan
Artikel selanjutnyaMenakar Plus-Minus Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali, Seberapa Dampaknya Bagi Perekonomian Kita?