Ajak Masyarakat Periksa Kesehatan Rutin di Posbindu, Dinkes Jateng Kenalkan Lewat Seni Ketoprak

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo (kiri) berperan sebagai petruk dalam acara ketoprak tentang posbindu.

Semarang, Idola 92.6 FM – Mengedukasi masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya, melalui ajang seni ketoprak yang merupakan budaya masyarakat Jawa Tengah.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan di seluruh kabupaten/kota di provinsi ini ada 5.488 posbindu, yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Kabupaten paling banyak yang memiliki posbindu adalah Kabupaten Purworejo, dengan 502 posbindu.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi pergeseran tren penyakit menular ke tidak menular.

Yulianto menjelaskan, dengan melakukan sosialisasi tentang posbindu lewat seni ketoprak diharapkan bisa diterima masyarakat Jateng.

“Posbindu itu belum banyak yang tahu. Tahunya cuma posyandu. Padahal, posbindu juga penting untuk menjaga kesehatan bagi orang dewasa,” kata Yulianto di sela pentas seni ketoprak Germas.

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari posbindu. Terutama, untuk mencegah penyakit tidak menular.

“Penyakit tidak menular yang tertinggi adalah penyakit jantung, dan kemudian disusul Hipertensi. Dulu, penyakit ini hanya dialami masyarakat perkotaan dan sekarang semua bisa kena,” jelasnya.

Dengan mengenalkan posbindu kepada masyarakat, lanjut Yulianto, diharapkan risiko dari penyakit tidak menular bisa diketahui sejak dini. Sehingga, pengobatan efektifnya bisa dilakukan. (Bud)

Artikel sebelumnyaSatu Dinas Bina Satu Desa Miskin, Strategi Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng
Artikel selanjutnyaPemkab Rembang Mampu Entaskan Warga Penerima PKH