Satu Dinas Bina Satu Desa Miskin, Strategi Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng

Semarang, Idola 92.6 FM – Melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membina desa-desa miskin di Jawa Tengah, melalui program Satu Dinas Satu Desa Miskin.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan program Satu Dinas Satu Desa Miskin itu, akan memprioritaskan 745 desa binaan di 14 kabupaten di provinsi ini.

Menurutnya, program Satu Dinas Satu Desa Miskin secara sederhana menggerakkan OPD dan badan usaha milik daerah (BUMD) pemprov dengan menggarap satu desa miskin di Jateng.

Ganjar menjelaskan, dengan campur tangan OPD dan BUMD ikut mengatasi persoalan kemiskinan di Jateng diharapkan mampu mendampingi desa membangun sistem yang selama ini kurang sesuai.

“Kita akan pilih dari yang miskin-miskin itu, dari 745 desa sesuai dengan OPD masing-masing dia akan masuk dan BUMD-nya. Jadi tidak 745 desa, tapi sebagian saja. Syukur-syukur kalau ini nanti bisa berjalan satu tahun kita evaluasi. Kalau hasilnya bagus dengan indikasi angka kemiskinan bisa turun dan masyarakat makin berdaya, maka kita bisa mendorong semuanya. Kabupaten/kotanya terlibat, BUMN terlibat dan mungkin kalau bisa TNI/Polri juga terlibat,” kata Ganjar, Senin (4/4).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, sebenarnya program pengentasan kemiskinan sudah berjalan sesuai koridor. Sebab, pemprov berhasil mengentaskan 29,8 ribu warga miskin setahun terakhir.

“Saat ini, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah masih 3,87 juta jiwa. Maka, diperlukan upaya percepatan dan terobosan baru untuk menekan angka kemiskinan,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaGolput Menjadi Tantangan, Sudahkah Amanat Pendidikan Politik Dijalankan?
Artikel selanjutnyaAjak Masyarakat Periksa Kesehatan Rutin di Posbindu, Dinkes Jateng Kenalkan Lewat Seni Ketoprak