BPJS Kesehatan Bantu Renovasi Kamar di Ponpes An Nur Wedung

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Agus Purwono (dua dari kanan) saat menyerahkan bantuan untuk Ponpes An Nur Wedung, Demak.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Agus Purwono (dua dari kanan) saat menyerahkan bantuan untuk Ponpes An Nur Wedung, Demak.

Semarang, Idola 92.6 FM – Dalam rangka pembinaan sosial kemasyarakatan, BPJS Kesehatan Cabang Semarang memberi bantuan kepada Pondok Pesantren An Nur, Wedung, Demak.

- Advertisement -

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Agus Purwono mengatakan pihaknya juga mempunyai tanggung jawab sosial, sebagai sebuah organisasi terhadap lingkungan sekitar. Tanggung jawab sosial yang dilakukan, salah satunya adalah penyerahan bantuan program Organization Social Responsibility (OSR) tanggap sarana sosial keagamaan.

Agus menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa bahan material untuk merenovasi kamar mandi santri yang rusak. Termasuk, bantuan berupa bahan pangan dan kebutuhan asrama lainnya serta satu set alat rebana dan seragam bagi santri.

“Kabupaten Demak ini masih menjadi wilayah kerja kami. Kebetulan, pondok pesantren ini lokasinya di dekat perbatasan antara Kabupaten Jepara dan Demak. Sehingga, sebagai bentuk kepedulian BPJS Kesehatan dengan lingkungan kami pilih pondok pesantren An-Nur ini dan telah memertimbangkan kondisi pondok yang membutuhkan donatur,” kata Agus, kemarin.

Perwakilan pengurus Ponpes An Nur Wedung, Mohamad Amin Saadi menyatakan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan sumbangan dari donatur tidak akan bisa terealisasi pembangunan kamar untuk santri.

“Pondok pesantren ini hanya mengandalkan bantuan dari donatur yang tidak tetap. Kondisi asrama santri untuk mereka tidur juga masih semi permanen, dibangun secara langsung para santri dengan bahan bambu,” ujar Amin.

Amin menjelaskan, santri yang tinggal di asrama sebanyak 36 orang. Baik santri putri maupun putra, sehari-hari belajar di lingkungan pondok pesantren. Bahkan, ada yang namanya santri kalong atau anak-anak dari warga sekitar yang ikut belajar di pondok pesantren. (Bud)

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini