Dinas PU Jateng Respon Kerusakan Jalan Lewat Aplikasi Jalan Cantik

Aplikasi Jalan Cantik

Semarang, Idola 92.6 FM – Jalan tanpa lubang sudah dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sejak di awal kepemimpinannya di periode pertama. Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bina Marga dan Cipta Karya Jateng merespon penanganan jalan rusak yang dilaporkan masyarakat melalui aplikasi Jalan Cantik.

Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya Jateng Hanung Triyono mengatakan baru lima bulan aplikasi Jalan Cantik dikenalkan, sudah ada 623 laporan kerusakan jalan dari masyarakat. Dari jumlah laporan jalan rusak yang masuk itu setelah diverifikasi, kemudian ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Hanung menjelaskan, dari 623 laporan jalan rusak yang disampaikan masyarakat itu sekira 50,56 persen atau 315 laporan kerusakan jalan milik kabupaten/kota. Sedangkan sisanya sebanyak 21 laporan kerusakan jalan ptovinsi, dan sembilan laporan kerusakan jalan nasional serta jalan desa ada 52 laporan.

Menurutnya, untuk jalan rusak yang menjadi kewenangan dari provinsi semua sudah ditindaklanjuti dengan mengirim tim reaksi cepat. Sementara kerusakan jalan milik kabupaten/kota dan pemerintah pusat, sudah diteruskan ke instansi terkait.

“Penanganan jalan provinsi adalah kita laksanakan 1×24 jam, maksimal 1×24 jam harus selesai dan alatnya kita standby-kan. Kalau ada hal-hal yang tidak cocok atau ada keluhan masyarakat, bisa lewat LaporGub atau lewat aplikasi kami JalanCantik di Android. Nanti, panjenengan bisa melaporkan kerusakan-kerusakan jalan di mana saja. Baik jalan provinsi, nasional atau kabupaten/kota dan bahkan jalan desa. Akan cepat ditanggapi dan cepat dilaksanakan perbaikan,” kata Hanung, kemarin.

Hanung lebih lanjut menjelaskan, dengan adanya aplikasi Jalan Cantik ini diharapkan tidak ada lagi jalan berlubang di Jateng.

“Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan, terutama untuk mewujudkan semua jalan di Jawa Tengah menjadi jalan yang cantik,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemprov Jateng Targetkan Investasi Masuk Rp47 Triliun di 2019
Artikel selanjutnyaKuota Rumah FLPP Sudah Habis, REI Jateng Minta Perbankan Bantu Pengembang

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini