Dinkes Jateng Klaim Angka Kematian Ibu Turun 15 Persen Setiap Tahun

dr Yulianto Prabowo, Kepala Dinas Kesehatan Jateng.

Semarang, Idola 92.6 FM – Pemprov Jawa Tengah terus berupaya memerbaiki kualitas kesehatan masyarakatnya, agar mengalami perubahan ke arah lebih baik. Sehingga, persoalan kesehatan yang ada di Jateng sedikit demi sedikit bisa ditanggungi. Salah satunya, upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Jateng.

- Advertisement -

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan melalui rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) 2019 dengan tema “Mbangun Bareng Jawa Tengah Lebih Sehat, Berdikari dan Semakin Sejahtera”, Dinas Kesehatan provinsi hingga kabupaten/kota berusaha maksimal melakukan peningkatan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, program kesehatan diarahkan untuk meningkatkan umur harapan hidup masyarakat Jateng dengan melibatkan sejumlah stakeholder.

Yulianto menjelaskan, melalui rakerkesda 2019 itu pihaknya ingin mengatasi persoalan kesehatan yang masih cukup tinggi. Bahkan, Kementerian Kesehatan menempatkannya sebagai skala prioritas isu kesehatan pada tahun ini. Yakni, penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Namun demikian, lanjut Yulianto, secara umum di Jateng angka kematian ibu dan bayi mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.

“Angka kematian ibu dari tahun ke tahun menurun. Kalau kita lihat lima tahun terakhir, maka penurunannya cukup bagus. Rata-rata adalah 15 persen per tahun. Pada 2018 angka kematian ibu adalah 78,6 per 100 ribu kelahiran hidup, sedang angka kematian bayinya 8,36 per 1.000 kelahiran hidup. Jadi, secara umum program kesehatan ibu dan anak di Jawa Tengah cukup menggembirakan,” kata Yulianto di sela Rakerkesda 2019 di Hotel Arkenso Semarang, Minggu (24/3).

Lebih lanjut Yulianto menjelaskan, sesuai rencana pembangunan kesehatan jangka menengah Jateng pihaknya bertekad memberikan pelayanan kesehatan semesta di provinsi ini.

“Sesuai amanat yang ada, kualitas pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan bisa tercapai. Karena, pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan sasaran menurunnya angka kematian dan angka kesakitan,” jelasnya.

Sementara, Rakerkesda Jateng 2019 diikuti 410 peserta yang terdiri dari pejabat struktural Dinas Kesehatan provinsi dan UPT serta seluruh kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Jateng. Rakerkesda Jateng 2019 juga dilakukan pameran dan promosi kesehatan. (Bud)