Dinkes Jateng Masih Tunggu Hasil Laboratorium Terkait Keracunan Masal di Wonogiri

Kadinkes Jateng Yulianto Prabowo diukur tekanan darahnya sebelum mengikuti tes kebugaran di Stadion Tri Lomba Juang, Jumat (14/6).

Semarang, Idola 92.6 FM – Sampai dengan saat ini, Dinas Kesehatan Jawa Tengah masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium terkait dengan kasus keracunan masal di Kabupaten Wonogiri akhir Mei 2019 kemarin.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo belum bisa memastikan, jenis kuman yang menyebabkan warga Wonogiri itu mengalami keracunan makanan secara masal. Namun demikian, sampel makanan dan sisa makanan sudah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

Menurutnya, pihaknya mencurigai keracunan itu akibat dari salah satu bahan makanan yang digunakan tidak bersih dan tidak berkualitas.

Bahan makanan yang dimaksud, jelas Yulianto, adalah acar yang ikut disajikan bersama ayam kremes. Sehingga, dugaan sementara kasus keracunan masal itu karena acar.

“Memang bahan yang dicurigai ini sudah kita temukan, namun demikian penyebab pastinya kita belum bisa pastikan. Sudah dieriksa laboratorium, tapi kita masih menunggu hasil penyelidikan selanjutnya apa karena kuman atau karena penyebab lainnya. Yang dicurigai ada bahan makanan yang tidak sehat, antara lain adalah acarnya itu yang dicurigai,” kata Yulianto, Sabtu (15/6).

Lebih lanjut Yulianto meminta kepada masyarakat, agar mengolah makanan secara benar dan sesuai dengan kaidah kesehatan. Terutama, saat memasak dalam jumlah besar.

“Pilih bahan makanan yang berkualitas, bersih dan segar. Terus, saat mengolah juga harus diperhatikan higienitas makanan sebelum disajikan,” jelasnya.

Diketahui, Dinas Kesehatan Wonogiri menetapkan kasus keracunan masal ayam kremes di Baturetno sebagai kejadian luar biasa (KLB). Tercatat, ada 93 warga yang menjadi korban dan satu di antaranya meninggal dunia.

Kasus keracunan masal itu bermula, saat acara kenduri memeringati 40 hari meninggalnya anggota keluarga Edi Mukhayat di Dusun Duwet Kidul, Desa Baturetno akhir Mei 2019 kemarin. Warga menyantap nasi kotak berisi menu ayam kremes, lalapan dan sambal. Selain itu juga ada snack sosis basah, kroket, lemper ketan, kerupuk dan jeruk. (Bud)

Artikel sebelumnyaMasyarakat Lokal Dilibatkan Dalam Pengembangan Kawasan Candi Borobudur
Artikel selanjutnyaMemahami Defisit Neraca Berjalan, Apa Penyebab dan Bagaimana Jalan Keluarnya?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini