Dinkes Jateng Terus Upayakan Penurunan Angka Kesakitan dan Kematian Baik PM Atau PTM

Kadinkes Jateng Yulianto Prabowo menyampaikan indikator capaian kinerja kesehatan hampir mencapai target di semester pertama tahun ini.

Semarang, Idola 92.6 FM – Upaya menekan dan menurunkan angka kesakitan dan kematian terhadap penyakit menular (PM) maupun penyakit tidak menular (PTM), terus dilakukan jajaran Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Terutama, untuk beberapa jenis penyakit yang menjadi fokus perhatian. Misalnya TBC dan angka kematian ibu dan bayi.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan sesuai dengan Undang-Undang 36 Tahun 2009, bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga. Sehingga, semua orang berhak memeroleh perlindungan terhadap kesehatannya.

Yulianto menjelaskan, keberhasilan kinerja pembangunan kesehatan di Jateng diukur dengan capaian indikator Rencana Pembangunan Kesehatan Jangka Menengah (RPJMD). Saat ini, capaian kinerja pada semester pertama 2019 hampir semua indikator telah mencapai target.

Menurutnya, meski beberapa indikator bisa dikatakan mencapai target. Namun, Jateng masih memiliki masalah prioritas kesehatan yang perlu digenjot lagi. Yakni penurunan AKI, AKB dan stunting.

“Kita evaluasi ini adalah sampai sejauh mana capaian indikator kinerja kita, baik output maupun outcome-nya. Sehingga, nanti diharapkan apabila ini tercapai kita pertahankan dan kita tingkatkan. Tapi, apabila belum tercapai akan kita kejar. Jadi, ada banyak indikator yang apabila ditangkum intinya itu terkait dengan kesakitan. Baik penyakit menular dan tidak menular, maupun angka kematian yang terkait dengan angka kematian ibu, bayi dan penyebab lainnya,” kata Yulianto di sela pertemuan Evaluasi Tengah Tahun Pembangunan Kesehatan 2019 di Paragon Hotel Solo, Kamis (29/8).

Yulianto lebih lanjut menjelaskan, dalam evaluasi diharapkan bisa diketahui sejauh mana capaian yang sudah diraih dan mana yang belum. Sebab, peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan rumah sakit pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Koordinasi dan evaluasi perlu dilakukan, untuk menuntaskan permasalahan kesehatan di Jawa Tengah. Termasuk, membangun komitmen dengan kabupaten/kota dalam rangka mencapai target indikator RPJMD dan renstra,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemprov Jateng Inginkan Warga Desa Kembangkan Pasar Tradisional Jadi Destinasi Wisata
Artikel selanjutnyaPelaku Usaha Pakai Elpiji Bersubsidi, Dinperindag Jateng Serahkan Pemberian Sanksinya ke Kabupaten/kota Setempat

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini