Jateng Pertahankan Lahan Pertanian Tak Kena Proyek Tol Solo-Yogya

Semarang, Idola 92.6 FM – Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Hanung Triyono mengatakan proyek jalan tol Solo-Yogya dilelang pada akhir Juli 2019 kemarin, menyusul telah selesainya trase jalan tol tersebut dan disetujui dua gubernur setempat. Sehingga, pada akhir tahun ini bisa dikerjakan pembangunannya.

Trase jalan tol Solo-Yogya, jelas Hanung, menghindari lahan hijau atau lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Sehingga, potensi konflik sengketa lahan bisa dihindari.

Menurutnya, proyek jalan tol Solo-Yogya akan dimulai dari Jateng dengan titik awal ruas Kartasura-Prambanan sepanjang 35,18 kilometer. Kemudian diteruskan ke seksi Kartasura-Karanganom/Delanggu, Klaten dan Prambanan-Manisrenggo.

“Tol Solo-Yogya untuk Jawa Tengah, surat usulan panlok dari pak gubernur sudah berproses dari Kementerian PUPR. Kita akan lakukan percepatan untuk penyelesaian itu, dan tentunya kita akan menghindari masalah pembebasan tanah. Untuk trasenya saya tidak begitu hapal, tapi lewatnya Kartasura terus ke arah selatan Klaten. Dari Klaten itu di Jatinom sampai Manisrenggo,” kata Hanung belum lama ini.

Hanung lebih lanjut menjelaskan, keberadaan jalan tol Solo-Yogya diharapkan bisa menghidupkan kawasan Yogya-Solo-Semarang. Terutama, dari sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. (Bud)

Artikel sebelumnyaDengan Jateng Wow 2019, Dinporapar Harap Banyak Wisatawan Datang Berkunjung
Artikel selanjutnyaKPU Jateng Minta Peserta Pemilu Bisa Manfaatkan Metode Kampanye Secara Efektif

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini