Kelompok Masyarakat Jepara Usulkan Gelar Pahlawan Nasional Untuk Ratu Kalinyamat

Pengamat pertahanan militer Connie Rahakundini Bakrie (tengah) menyebut, jika Ratu Kalinyamat adalah pemimpin kerajaan dengan kekuatan maritim terbesar di Asia Tenggara.

Semarang, Idola 92.6 FM – Ratu Kalinyamat merupakan tokoh yang dipercaya masyarakat Jepara, sebagai penguasa di pesisir Selat Muria saat itu. Sosok Ratu Kalinyamat juga diyakini merupakan pemimpin nyata di tanah Jepara sekira abad XV, dan pernah berjuang mengusir penjajah Portugis pada masa itu.

- Advertisement -

Masyarakat Jepara pernah mengusulkan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional, pada 2005 dan 2016. Namun, usulan yang difasilitasi Pemkab Jepara ke pemerintah pusat tidak membuahkan hasil.

Pengamat pertahanan militer Connie Rahakundini Bakrie mengatakan Ratu Kalinyamat merupakan pemimpin Jepara waktu itu, yang memiliki pemikiran pertahanan militer maritim sangat hebat. Sebab, armada maritim Ratu Kalinyamat cukup besar dan ditakuti penjajah Portugis.

Menurutnya, usulan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional dianggap cukup tepat dan memiliki alasan yang kuat.

Connie menjelaskan, penolakan usulan yang pernah terjadi karena tumpah tindih sejarah dengan cerita masyarakat yang berkembang pada saat itu. Namun, dengan bukti fisik yang ada bisa dijadikan dasar untuk mengajukan kembali Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

“Beliau adalah pahlawan maritim. Di abad XV, Jepara menjadi sumber kekuatan industri galangan, dagang dan pertahanan terbesar di Asia Tenggara. Sekali lagi, saya mendorong menjadi pahlawan nasional dalam tiga aspek apa yang sudah dibuat Ratu Kalinyamat. Yaitu aspek politik, ekonomi dan pertahanan,” kata Connie di sela diskusi “Menghidupkan Kembali Gagasan Kalinyamat Sebagai Pahlawan Nasional” di Hotel Aston Inn Semarang, Selasa (26/3).

Connie lebih lanjut menjelaskan, apabila usulan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat disetujui, akan memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat setempat. Sehingga, bisa menjadi semangat bangsa Indonesia.

Perwakilan dari Dinas Sosial Jawa Tengah Adji Hadi Prakoso menambahkan, usulan pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat memang sempat ditolak. Saat itu, alasannya adalah konflik politik dengan Arya Penangsang dan peristiwa bertapanya Ratu Kalinyamat. Bahkan, pemerintah pusat masih menganggap jika Ratu Kalinyamat adalah mitos dan legenda lokal tanah Jepara.

Oleh karena itu, jelas Adji, jika akan mengusulkan kembali gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat, maka harus disertai bukti-bukti pendukung yang matang.

“Dari usulan yang pertama itu dari kajian tim peneliti dan pengkaji pusat, usulan dinyatakan bahwa bukti-bukti fisik atas sejarah Kalinyamat ini masih berbau mitos. Masih banyak cerita ke arah mitos. Usulan kedua ini saya minta bisa lebih matang lagi,” ujar Adji.

Diwartakan sebelumnya, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi telah mengeluarkan rekomendasi pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat. Rekomendasi itu diterima Yayasan Dharma Bhakti Lestari yang memerjuangkan gelar pahlawan. (Bud)