Memahami Fenomena Hari Tanpa Bayangan

Semarang, Idola 92.6 FM – Kota Semarang telah mengalami fenomena hari tanpa bayangan pekan lalu. Karena posisi matahari tepat di atas kepala, masyarakat diminta mewaspadai adanya peningkatan suhu. Saat siang, berpotensi menyebabkan dehidrasi karena suhu udara akan makin panas.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, Iis W Harmoko, mengatakan tanggal 11 Oktober 2019, fenomena tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Hari tanpa bayangan bisa terjadi dua kali setahun, yaitu ketika menjelang masuk musim hujan pada Oktober dan menjelang musim kemarau pada Februari. Hal itu tergantung pada pergerakan matahari dari posisi di utara ke selatan atau sebaliknya. Setelah sebagian Jawa untuk pekan ini dan ke depan, diperkirakan sebagian wilayah Indonesia timur juga mengalaminya seperti Kupang.

Untuk lebih memahami apa itu fenomena hari tanpa bayangan, Radio Idola Semarang mewawancara Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hendra Suwarta. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaGenerasi Emas Indonesia 2045 Ditentukan Orientasi Pembangunan SDM yang Baik dan Sistematis, Peta Jalan Apa yang Mesti Ditempuh?
Artikel selanjutnyaPemprov Jateng Minta Warga Galakkan Silaturahim Dengan Tetangga dan Pendatang

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini