Pemprov Jateng Minta Warga Galakkan Silaturahim Dengan Tetangga dan Pendatang

Semarang, Idola 92.6 FM – Ancaman terhadap penyebaran paham radikalisme dan penyusupan pelaku terorisme semakin nyata, dan keberadaannya sering tidak terdeteksi. Sehingga, diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat untuk ikut melakukan deteksi dini terhadap pelaku terorisme maupun penyebar paham radikalisme.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan kepedulian dari masyarakat sangat penting, di dalam membantu pemerintah dan aparat kepolisian maupun TNI melawan segala bentuk tindakan terorisme dan radikalisme. Hal itu menyusul adanya penangkapan sepasang suami istri di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang beberapa hari kemarin.

Ganjar menjelaskan, seluruh elemen masyarakat bisa peka dengan kondisi yang ada di sekitarnya. Hal itu bisa dilakukan, dengan rutin menjalin silaturahim dengan tetangga sekitar dan mengetahui keberadaan dari setiap pendatang di kampungnya.

Menurutnya, perangkat RT dan RW bisa terus memantau dan menggerakkan warganya terlibat aktif dan saling mengenal dengan tetangga sekitarnya.

“Ada dua hal. Yang pertama kami mohon kepada seluruh masyarakat di Jawa Tengah dan aparaturnya mari kita bersilaturahim dengan warga sekitar. Termasuk, kepada tamu-tamu yang datang. Bukan untuk mempersulit dan bikin masalah, tapi untuk bisa mengerti karena kondisi ini. Yang kedua, tentu saja kita tidak bisa mengelompokkan jaringan-jaringan mana ini itu. Hal itu sudah tidak mudah lagi,” kata Ganjar, kemarin.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dengan semua sektor hingga lapisan masyarakat terkecil bergerak maka langkah dan gerak pelaku teror serta penyebar paham radikalisme semakin sempit. Sehingga, dalam satu lingkungan diketahui ada satu warga tidak mau berbaur bisa diketahui sejak awal.

“Nanti ketahuan siapa mereka, dan kepentingannya apa. Ini harus ditindaklanjuti dengan melapor ke aparat kepolisian setempat, dan biar polisi yang bergerak,” jelasnya.

Ganjar menyebutkan, saat ini penyebar paham radikalisme tidak hanya memengaruhi masyarakat tapi aparat pemerintahan hingga penegak hukum disusupi pelaku. (Bud)