Forum Cinta Tanah Air Rumuskan Kurikulum Anti Radikalisme

FGD Forum Cinta Tanah Air
FGD Forum Cinta Tanah Air mengusulkan kurikulum anti radikalisme untuk diajarkan di sekolah umum.

Semarang, Idola 92,6 FM – Forum Cinta Tanah Air yang terdiri dari ulama dan cendekiawan di Jawa Tengah, akan merumuskan kurikulum anti radikalisme dan intoleransi. Forum tersebut hadir, sebagai upaya melindungi generasi muda dari paparan paham radikalisme.

Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Prof Imam Taufiq mengatakan forum tersebut hadir, karena paham radikalisme dan isu kekerasan intoleransi masih terus terjadi di dalam negeri. Pernyataan tersebut dikatakannya usai mengikuti FGD Forum Cinta Tanah Air di kampusnya, Minggu (4/4).

Prof Imam menjelaskan, forum tersebut sudah empat kali menggelar diskusi berkaitan dengan paham radikalisme dan intoleran. Sehingga, kehadiran forum tersebut untuk membuat pedoman pengajaran di sekolah sebagai upaya melindungi generasi muda dari bahaya paham radikalisme dan intoleran.

Menurut Prof Imam, forum tersebut juga menjadi jawaban dari kondisi masyarakat saat ini berkaitan dengan terjadinya aksi terorisme di Makassar dan Jakarta yang dilakukan anak-anak muda.

“Kegelisahan dan kekhawatiran dengan isu-isu kekerasan radikalisme, itu menjadi problem dan tantangan kita bersama. Maka semua pihak harus berkolaborasi. Dari pondok pesantren, pemerintah dan kami sebagai perguruan tinggi. Memberikan pembelajaran di kampus misalnya, dengan dasar yang sangat ramah dan santun. Setelah ini, tentu akan keluar modul-modul yang bisa desiminasi ke berbagai macam pihak. Terutama di sekolah-sekolah umum,” kata Prof Imam.

Prof Imam Taufiq, Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang:

Prof Imam lebih lanjut menjelaskan, kurikulum yang saat ini sedang dibahas dan disusun itu diharapkan bisa segera selesai. Sehingga, kurikulum itu nantinya bisa diterapkan di lingkungan pendidikan untuk mengajarkan kebersamaan dan tidak memermasalahkan perbedaan.

“Intinya adalah pengajaran karakter untuk tidak radikal, dan tidak intoleran kepada semua anak bangsa,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPLN Atasi Listrik Padam Akibat Cuaca Ekstrem di Yogyakarta
Artikel selanjutnyaDinkes Jateng Kejar Target Vaksinasi Bagi Lansia

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini