Memitigasi Dampak Buruk Bencana Hidrometeorologi

Semarang, Idola 92.6 FM-Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer (22/01/2019), terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudra Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, kalimantan, Bali, NTB hingga NTT. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi. Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari ke depan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Melanjutkan dari imbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2019, BMKG kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan SIAGA dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019. Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019. Berikut adalah wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 23 – 26 Januari 2019, antara lain: Aceh, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan D.I. Yogyakarta.

Lantas, seberapa tingkat ancamannya bagi masyarakat di daerah-daerah rawan? Bagaimana mitigasi yang mesti dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk mengantisipasi dampak buruk cuaca ekstrem ini? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara R. Mulyono R. Prabowo-Deputi Bidang Meteorologi BMKG. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaTantangan dan Peluang Memangkas Rasio Gini di Tengah Arus Global yang Makin Timpang
Artikel selanjutnyaKPID Jateng Sebut Radio Gelap Jadi Sarana Kampanye di Pemilu 2019

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini