Pemprov Jateng Berangkatkan 376 Transmigran ke Kalimantan Utara

Ganjar Pranowo
Gubernur Ganjar Pranowo berdialog dengan sejumlah transmigran yang akan berangkat ke Kalimantan Utara di Transito Tugu, Semarang.

Semarang, Idola 92.6 FM – Pemprov Jawa Tengah memberangkatkan 376 transmigran ke Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Rabu (4/12). Pemberangkatan para transmigran itu dilakukan, untuk mengubah nasib yang lebih baik daripada di kampung halaman.

- Advertisement -

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan 376 orang itu berasal dari sejumlah daerah di Jateng, dan berniat mengubah nasib ke lebih baik lagi.

Ganjar cukup senang, karena di antara peserta transmigrasi yang ikut ada sejumlah mahasiswa dan memiliki potensi mumpuni. Karena, kehadiran mahasiswa yang ikut transmigrasi bersama keluarganya itu akan menjadi nilai tambah saat berada di daerah tujuan.

Menurutnya, ada banyak mahasiswa yang ikut bertransmigrasi akan menjadi motivator dan menelurkan banyak kreasi bermanfaat di lokasi transmigrasi.

“Saya senang ya melihat, karena ada anak-anak mudanya. Anak-anak muda yang mau ikut bersama keluarganya, dan mereka fresh graduates. Mudah-mudahan, mereka bisa membantu para transmigran yang ada di sana terus kemudian menerapkan ilmunya dan membuat inovasi-inovasi. Syukur-syukur di antara mereka nanti punya kreativitas yang bisa membikin mereka betah,” kata Ganjar.

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, anak-anak muda yang ikut menjadi transmigrasi ke Kalimantan Utara diharapkan juga tidak segan berkomunikasi dengan pemerintah setempat di Kalimantan Utara.

Salah satu peserta transmigrasi, Rizaldi Ahmad mengaku berasal dari Kabupaten Semarang dan saat ini menyandang predikat sarjana pertanian dari Universitas Diponegoro.

Dirinya mengaku akan menggunakan ilmu yang diterimanya selama kuliah, dalam hal mengolah lahan pertanian di Kalimantan Utara. Tidak hanya bagi keluarganya, tapi juga bagi orang lain yang merupakan peserta transmigrasi.

“Dari segi ekonomi juga untuk mengubah nasib. Dulu kakek saya pensiunan ikut PIR, pensiunan yang sawit itu. Jadi, ibu saya sudah tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Dan akhirnya, kita ikut transmigrasi tujuannya ke Kalimantan Utara,” ujar Rizaldi.

Dirinya berharap, ilmu yang dimiliki saat di bangku kuliah bisa dimanfaatkan dengan baik di daerah tujuan transmigrasi. Termasuk, bisa melahirkan konsep pertanian terpadu di lahan garapan nantinya. (Bud)

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini