Pertamina Terus Lakukan Trade In Bright Gas Bagi UKM di Jateng

Salah satu pedagang menata Bright Can di Dataran Tinggi Dieng.

Semarang, Idola 92.6 FM – Pertamina MOR IV terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mampu, dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk tidak lagi menggunakan elpiji bersubsidi tiga kilogram. Hal itu dilakukan, agar distribusi elpiji bersubsidi itu tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.

Manager Domestic Gas Pertamina MOR IV Ringgas Hutagaol mengatakan selama ini banyak muncul berita kelangkaan elpiji bersubsidi di tengah masyarakat, dan setelah dilakukan pengawasan terjadi pemanfaatan elpiji tiga kilogram tidak tepat sasaran. Padahal, tabung melon itu dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu atau masyarakat miskin.

Menurutnya, Pertamina tidak pernah bosan melakukan pengawasan dan inspeksi mendadak (sidak) ke warung-warung makan dan pelaku usaha yang kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi.

“Kita terus melakukan sidak-sidak, untuk memberi kesadaran kepada UKM yang tidak berhak agar menggunakan elpiji nonPSO. Kita lakukan upaya ya, sidak sama memberi pengertian kepada mereka. Langsung kita lakukan trade in, dua tabung tiga kilogram jadi satu tabung 5,5 kilogram, gratis. Sekarang, jumlah trade in sudah 1.223 tabung tiga kilogram ditukar 597 tabung 5,5 kilogram. Mulai 1 April sampai 28 Agustus 2019,” kata Ringgas, Jumat (6/9).

Lebih lanjut Ringgas menjelaskan, pihaknya siap menerima masyarakat mampu yang mau menukarkan elpiji bersusidi yang dimilikinya dengan tabung Bright Gas 5,5 kilogram.

Terpisah, Penjabat sementara Unit Manager Comm & CSR Pertamina Arya Yusa Dwicandra menambahkan untuk memenuhi kebutuhan elpiji Bright Gas di Dataran Tinggi Dieng pihaknya membuka Sales Point Bright Gas Basecamp di Patak Banteng, Wonosobo. Karena, selama dua bulan melakukan uji pasar terjual 1.440 Bright Can. Karena, kunjungan wisatawan ke Dataran Tinggi Dieng terus mengalami peningkatan.

“Pada liburan Lebaran kemarin, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan 35 persen. Itu termasuk para pecinta alam yang melakukan pendakian, dan berkemah di Dieng,” ujar Arya.

Menurut Arya, Bright Can merupakan salah satu varian dari Bright Gas yang bisa digunakan sebagai bahan bakar kompor gas portable. (Bud)

Artikel sebelumnyaDPRD Jateng Bakal Punya Gedung Baru Pada 2022
Artikel selanjutnyaPerang Lawan Narkoba Tidak Berhasil, Jika Polisi Tak Dibantu Masyarakat

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini