Sektor Hulu Migas Berperan Penting Dalam Seluruh Bisnis Pertamina

Iin Febrian
GM Pertamina MOR IV Iin Febrian memberi penjelasan ke media saat berkunjung ke sumur pengeboran minyak di Jatibarang Field, kemarin.

Cirebon, Idola 92.6 FM – Selama ini, masyarakat hanya mengenal Pertamina lewat sektor usaha hilirnya. Yakni, penjualan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU atau penyediaan elpiji di agen atau pangkalan. Namun, tidak banyak yang paham tentang sektor usaha hulu migas dari Pertamina.

General Manager Pertamina MOR IV Iin Febrian mengatakan bekerja sama dengan Pertamina EP Asset 3, pihaknya ingin membuka kaca mata masyarakat bahwa seluruh usaha penjualan Pertamina dimulai dari sektor hulu migas. Salah satunya, dari ladang pengeboran minyak.

Iin menjelaskan, sala satu sumur pengeboran minyak yang masih aktif ada di wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Yaitu, Sumur RDG-PJ di wilayah Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field.

Menurutnya, upaya Pertamina dalam mengeksplorasi minyak lewat sejumlah sumur minyaknya menunjukkan bahwa Pertamina terus konsisten menjaga ketersediaan energi BBM bagi masyarakat. Utamanya, dalam mewujudkan kedaulatan energi di Indonesia.

“Memahami proses bisnis Pertamina, utamanya di sektor hulu migas. Saya kira, teman-teman media sudah bermitra dengan Pertamina cukup intens dari sektor hilir migas. Di sini, kita ingin mengenalkan dari sektor hulu migasnya. Bagaimana tantangan dalam mengeksplorasi minyak, risiko-risiko yang terjadi dan tentu bagaimana Pertamina mengelolanya dengan baik,” kata Iin saat mendampingi sejumlah media berkunjung ke ladang pengeboran minyak di Majalengka, Rabu (23/10).

Lebih lanjut Iin menjelaskan, dengan melihat langsung prosesnya maka bisa diketahui sulitnya menyiapkan BBM bagi masyarakat. Yakni, dari mulai pengeboran minyak mentah hingga diolah di Refinery Unit atau pengolahan minyak hingga diproses menjadi BBM dan produk lainnya.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Anna Yudhiastuti menambahkan, untuk di sumur minyak milik Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field ini kegiatan pengeborannya sudah dimulai pada 5 Oktober 2019. Dari ladang sumur RDG-PJ ini bisa dieksplorasi minyak mentah 300 Barel Oil Per Day (BOPD).

“Pertamina dalam mengelola kegiatan hulu dan hilir ini, tersebar di seluruh Indonesia. Pertamina, saat ini juga berhasil melayani 161 titik terluar Indonesia dalam penyediaan BBM bagi masyarakat,” ujar Anna.

Anna menyatakan, Pertamina akan terus berupaya memenuhi kebutuhan energi dan tata kelola operasi yang baik. Sehingga, kedaulatan energi bagi masyarakat Indonesia bisa terwujud. (Bud)

Artikel sebelumnyaSekda Jateng Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen Lingkungan di Undip
Artikel selanjutnyaBergerak Bersama, Wacana?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini