Bagaimana Melindungi Anak dari Ancaman Kekerasan

Semarang, Idola 92.6 FM-Anak mengalami situasi tidak mudah akibat Pandemi Covid-19. Salah satu hal yang masih menjadi tantangan adalah ancaman kekerasan/ baik ancaman di ranah rumah maupun di dalam jaringan (daring). Mengingat, saat ini sebagian besar anak-anak juga mengakses gawai setiap hari sebagai bagian sistem Pembelajaran Jarak Jauh.

Dari itu, salah satu fenomena yang terjadi, anak-anak korban kekerasan dalam keluarga mencari sandaran di media sosial untuk lari dari luka batin yang mereka alami. Selain rentan dieksploitasi dan menjadi sasaran kejahatan pornografi, trauma kekerasan pada masa kecil berpotensi terbawa hingga dewasa karena tak tertangani dengan baik sejak awal. Akibatnya, kekerasan terhadap anak menjadi lingkaran setan yang kerapkali terulang.

Lalu, jika guru anak adalah keluarga, kemudian guru keluarga adalah masyarakat—termasuk tokoh masyarakat, bagaimana cara keluarga mendidik anak-anaknya agar terhindar dari ancaman kekerasan? Bagaimana pula agar masyarakat menjadi teladan bagi para keluarga—sebab masyarakat adalah seperti guru bagi keluarga-keluarga?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu nanti kita akan berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Lenny N Rosalin (Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan Ayah Edy (Pakar Pendidikan Anak dan Keluarga). (her)

https://anchor.fm/radio-idola/episodes/wawancara-bersama-Lenny-N-Rosalin–Deputi-Menteri-PPPA-Bidang-Tumbuh-Kembang-Anak-Kementerian-Pemberdayaan-Perempuan-dan-Perlindungan-Anak-eh5oia

https://anchor.fm/radio-idola/episodes/wawancara-bersama-Ayah-Edy–Pakar-Pendidikan-Anak-dan-Keluarga-eh60af

Artikel sebelumnyaLagi, Satu Negara di Asia Masuk ke Jurang Resesi, yakni Korea Selatan. Bagaimana Indonesia Mengantisipasi Hal Itu?
Artikel selanjutnyaPemasrahan Santri Baru PP Askhabul Kahfi Dibagi dalam Beberapa Kloter