Lagi, Satu Negara di Asia Masuk ke Jurang Resesi, yakni Korea Selatan. Bagaimana Indonesia Mengantisipasi Hal Itu?

Semarang, Idola 92.6 FM-Setelah Singapura, Korea Selatan resmi masuk ke jurang resesi karena pertumbuhan ekonomi minus 3,3 persen pada kuartal II 2020. Sebelumnya, ekonomi Negeri Ginseng sudah minus 1,3 persen pada kuartal I 2020. Ini merupakan momen pertama kembalinya Korsel ke jurang resesi setelah 17 tahun terakhir berhasil menjaga perekonomiannya.

Sebelumnya, ekonomi Korsel tumbuh baik berkat kemajuan industri dan teknologi, termasuk industri musik dan film yang dikenal dengan sebutan K-Pop dan K-Drama. Sebelum Korsel, Singapura, negara tetangga paling dekat dengan Indonesia juga mengumumkan diri masuk ke jurang resesi.

Merujuk pada CNBC Indonesia (23/07), Peneliti Senior Indef Aviliani mengatakan, Korea Selatan yang telah resmi mengalami resesi ekonomi akan menguntungkan Indonesia. Menurut Aviliani, masuknya Korsel ke jurang resesi, berpeluang membuat perusahaan yang telah berinvestasi di negeri K-Pop itu untuk memindahkan investasinya ke Indonesia.

“Dengan (Korsel) resesi, malah kita (Indonesia) akan diuntungkan karena banyak investasi yang masuk. Beberapa perusahaan, terutama perbankan telah berkomitmen menanamkan danya di RI,” jelas Aviliani. Pemulihan ekonomi di Indonesia berpotensi akan menuju ke arah yang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain usai pandemi virus corona atau covid-19.

Dari kacamata Aviliani, apabila Indonesia ke depan mengalami kontraksi dan masuk ke jurang resesi, yang terjadi di Indonesia lebih karena kurangnya belanja anggaran pemerintah. Oleh karena itu, meski Indonesia mengalami resesi sekali pun, Indonesia akan tetap kelimpahan investasi asing.

Diketahui, Korsel masuk ke jurang resesi pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir. Resesi menghantam Negeri Ginseng akibat pandemi covid-19 karena anjloknya ekspor. Bank of Korea mengumumkan Produk Domestik Bruto (PDB) Korsel terjun 3,3 persen pada kuartal II atau periode April-Juni dibanding kuartal sebelumnya yang terkontraksi 1,3 persen. Penurunan pertumbuhan ekonomi per kuartal ini bahkan menjadi yang terburuk setelah resesi 1998 silam.

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Menkeu Sri Mulyani, proyeksi negatif dari survei Bloomberg juga menyasar Indonesia. Namun, resesi belum akan menimpa Indonesia pada kuartal II 2020 karena ekonomi kuartal I 2020 masih positif 2,97 persen. Lantas, manakala ada satu negara lagi di Asia yang masuk ke jurang resesi, yakni Korea Selatan,  bagaimana Indonesia mengantisipasi hal itu? Mengupas ini, radio Idola Semarang mewawancara Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus. (her)

https://anchor.fm/radio-idola/episodes/wawancara-bersama-Ekonom-Institute-for-Development-of-Economics-and-Finance-INDEF-Ahmad-Heri-Firdaus-eh5ofs

Artikel sebelumnyaMengenal Budi Hermawan, Pencetus Ide Kampung Teknologi di Garut
Artikel selanjutnyaBagaimana Melindungi Anak dari Ancaman Kekerasan