Bagaimana Mengupayakan Substitusi Negara Tujuan Impor Pasca China Dilanda Wabah Corona?

Import

Semarang, Idola 92.6 FM – Indonesia memasuki babak baru dalam perkembangan wabah virus corona dengan diumumkannya dua warga yang positif terinfeksi oleh Presiden Joko Widodo. Kita berharap hal itu jangan sampai menjadi efek bola salju, terutama dari sisi dampak ekonomi, pasca-konfirmasi ini. Sebab, kepanikan, baik oleh pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat justru akan semakin menimbulkan dampak turunan. Dampak terhadap ekonomi tidak bisa dianggap enteng. Sebab, China merupakan salah satu negara tujuan impor terbesar Indonesia.

Adhi S. Lukman
Adhi S. Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengakui, tidak mudah mencari subsitusi negara tujuan impor selain China. Sebab, selama ini perusahaan makanan dan minuman secara tidak langsung bergantung pada impor dari negeri tirai bambu tersebut. Meski begitu, Adhi mengaku tidak semua akan disubstitusi karena terkait perjanjian dagang dan ada juga yang terkait aspek-aspek khusus yang hanya diproduksi oleh China. Ditambah dengan adanya bukti bahwa produk substitusi dari negara lain harus memiliki sertifikat halal.

Menurut Adhi, ada beberapa negara bila nantinya substitusi impor jadi dilakukan. Di antaranya Australia, New Zealand, Vietnam, Thailand dan India. Sementara untuk bahan baku produk yang dijadikan jus buah kemungkinan negara substitusi bisa berasal dari negara Afrika.

Terkait adanya dua WNI yang positif corona, GPMMI menyerukan imbauan pada masyarakat. Di antaranya:

  1. Masyarakat agar waspada dan jujur dalam menyikapi kasus Corona. Bila ada yang sakit, segera melaporkan secara sukarela unt kepentingan umum dan membantu mencegah penyebaran.
  2. Masyarakat tidak perlu panik sampai memborong yang tidak perlu. Stok pangan cukup.
  3. Pola hidup sehat dan bersih perlu dilaksanakan oleh setiap individu.
  4. Pemerintah perlu mengumumkan untuk menggratiskan pemeriksaan dugaan Covid agar masyarakat mau memeriksakan bila terindikasi. Apalagi masyarakat yang tidak punya dana cukup.

Mendiskusikan ini, radio Idola Semarang akan mewawancara Praktisi Industri Pangan & Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaKetika Manusia Berhasil Mendigitalisasi Ruang, Waktu, dan Materi
Artikel selanjutnyaAntisipasi COVID-19, Hotel Patra Semarang Cek Suhu Tubuh Tamu

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini